Kanan- kiri: Host Crosschek Medcom.id, Indra Maulana; Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang; Anggota DPR dari Gerindra, Habiburokhman, Anggota DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf
Kanan- kiri: Host Crosschek Medcom.id, Indra Maulana; Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang; Anggota DPR dari Gerindra, Habiburokhman, Anggota DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf

PKS: Alasan Grasi Annas Maamun Sangat Subjektif

Nasional Diskon Hukuman Koruptor
Kautsar Widya Prabowo • 08 Desember 2019 10:57
Jakarta: Anggota DPR dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf, menyebut alasan pemberian grasi Presiden Joko Widodo pada terpidana kasus korupsi, Annas Maamun, tak cukup kuat. Sebab hanya didasari alasan kemanusiaan.
 
"Masalah grasi persoalan subjektit, alasan kemanusian itu subjektif" ujar Bukhori dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Desember 2019.
 
Dia melihat grasi Presiden Jokwoi tidak sejalan dengan semangat pemberantasan korupsi. Harusnya Presiden memutuskan hal terkait dengan melihat Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. Pasalnya indeks korupsi dari era Susilo Bambamg Yudhoyono hingga saat ini, tidak ada perubahan siginifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Bukhori tak menyoal pemberian grasi. Sebab menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Perubahan atas UU Nomer 22 tentang Grasi, langkah Jokowi dimungkinkan.
 
"Dalam pembaruan UU Nomer 5, menekan dua aspek filosifi dan psikologi dalam memberikan grasi," tuturnya
 
Mantan Gubernur Riau Annas Mamun mendapatkan grasi atau pengurangan hukuman dari Presiden Joko Widodo. Annas akan dibebaskan dari penjara pada Oktober 2020.
 
Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, Abdul Karim, mengatakan, pengabulan grasi dilatarbelakangi alasan kemanusiaan. Annas diketahui menderita sejumlah penyakit di usia lanjut.
 
"Alasan permohonan (di antaranya) karena usia 78 tahun, sudah mulai renta, kesehatan sudah mulai menurun dan mengidap berbagai penyakit sesuai keterangan dokter," kata Karim, Rabu, 27 November 2019.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif