Kondisi gedung Kejagung usai terbakar. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Kondisi gedung Kejagung usai terbakar. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Polisi Telah Menggelar Rekonstruksi Kasus Kebakaran Kejagung

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 25 Oktober 2020 02:22
Jakarta: Polisi telah menggelar rekonstruksi kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Reka adegan dilakukan secara tertutup.
 
"(Karena) siapa saja termasuk media tidak diperkenankan masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) yang di-police line (garis polisi) oleh Tim Penyidik Gabungan. Namun, kegiatan (rekonstruksi) disaksikan pihak Kejagung," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Ferdy mengatakan rekonstruksi itu dilakukan sejak penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut dimulai. Reka adegan saat penyelidikan untuk mencocokkan hasil berita acara dengan fakta di lapangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyidik ingin mengetahui semua posisi dan kegiatan pegawai Kejaksaan Agung, seperti tukang, keamanan dalam, cleaning service dan office boy, serta orang-orang yang berada pada hari kejadian sampai terjadinya kebakaran pada Sabtu, 22 Agustus 2020," ungkap jenderal bintang satu itu.
 
Ferdy menyebut rekonstruksi itu juga dilakukan untuk menjawab semua kemungkinan yang terjadi. Seperti orang, saksi, kegiatan yang dilakukan, dan bukti yang ada di lokasi kejadian.
 
"Pada tahapan ini penyidik menemukan alat bukti yang signifikan, yaitu minyak lobi atau minyak pembersih lantai," ujar Ferdy.
 
Baca: Polisi Diwanti-Wanti Tak Berkompromi di Kasus Kebakaran Kejagung
 
Rekontruksi kembali dilakukan pada proses penyidikan. Reka adegan itu disebut dilakukan empat kali. Lokasi rekonstruksi difokuskan di sumber api, yakni lantai 6 Aula Biro Kepegawaian Kejagung.
 
Ferdy memerinci keempat rekonstruksi itu. Pertama, untuk mengetahui kegiatan orang-orang yang berada di lantai 6 sebelum kebakaran dan mencari saksi.
 
Rekonstruksi kedua, yakni proses pemadaman api. Rekonstruksi ini disebut melibatkan orang yang pertama kali datang ke lantai 6 Aula Biro Kepegawaian Kejagung.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif