Mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)
Mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan. (Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan)

Karen Berharap Kasusnya Tak Memengaruhi Investasi Negara

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Theofilus Ifan Sucipto • 10 Juni 2019 13:10
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Galaila Agustiawan berharap kasus yang menjeratnya tidak berdampak pada investasi yang dilakukan Pertamina. Lebih jauh lagi, dia tak ingin investasi di Indonesia terganggu.
 
"(Kasus) ini bukan seorang Karen Agustiawan. Ini ujungnya bahkan ke Pertamina, lebih jauh lagi ke BUMN, lebih jauh lagi untuk investasi Indonesia," kata Karen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin 10 Juni 2019.
 
Karen mengatakan saat ini Pertamina tengah melakukan banyak investasi. Ia khawatir investasi-investasi itu dipersoalkan di kemudian hari seperti yang dia alami saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai nanti direksi Pertamina yang melakukan untuk kebaikan Pertamina ujungnya dikriminalisasi seperti ini," ujarnya.
 
Baca juga:Karen Agustiawan Tertekan Jelang Putusan
 
Karen kekeh akusisi yang Pertamina lakukan saat ia memimpin tidak menyalahi aturan. Menjadi masalah hanya karena ada pihak-pihak yang tidak setuju.
 
"Akhirnya dibumbui pakai laporan keuangan yang delapan keuangan swasta, bukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Jadilah kasus ini," tuturnya.
 
Kendati begitu dia tidak ingin membocorkan pihak-pihak lain yang terlibat namun tak dihukum. Sebagai seorang yang taat agama, aku Karen, ia diajarkan tidak membeberkan aib orang lain.
 
"Bukan tidak berani (membeberkan)," tegasnya.
 
Karen didakwa merugikan senilai Rp568 miliar dari hasil korupsi saat menjabat sebagai direktur hulu PT Pertamina periode 2008-2009 dan dirut PT Pertamina periode 2009-2014. Dalam investasi PT Pertamina terkait participating interest (PI) atas lapangan atau Blok BMG Australia di 2009, dia dianggap mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di Pertamina.
 
Baca juga:Karen Agustiawan Khawatir Kasusnya Membawa Preseden Buruk
 
Dalam memutuskan investasi PI, Karen menyetujui PI Blok BMG tanpa adanya uji kelayakan serta tanpa adanya analisa rosiko. Investasi ditindaklanjuti dengan penandatanganan sale purchase agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan dari Bagian Legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina. Dia dianggap memperkaya Rock Oil Company (ROC) Australia, pemilik Blok BMG Australia.
 
Jaksa menilai perbuatan Karen sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif