Sidang pembacaan putusan terdakwa Direktur Utama PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan putusan terdakwa Direktur Utama PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Swasta Penyuap Pejabat Krakatau Steel Diganjar 21 Bulan Bui

Nasional krakatau steel OTT KPK
Fachri Audhia Hafiez • 15 Agustus 2019 16:23
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memjatuhkan vonis Direktur Utama PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja, dengan hukuman satu tahun sembilan bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia terbukti menyuap Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro, sebesar Rp101,54 juta.
 
"Mengadili, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Frangki Tambuwun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Kenneth menyuap Wisnu melalui perantara bernama Alexander Muskitta yang kini berstatus terdakwa. Kenneth memberikan uang kepada Wisnu agar menyetujui pengadaan dua unit boiler kapasitas 35 ton dengan anggaran Rp24 miliar. Suap juga dilakukan guna jasa operations and maintenance di PT Krakatau Steel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perkara ini bermula saat Kenneth kerap menemui Alexander dan Wisnu untuk membicarakan proyek dan pengembangan pekerjaan atau pengadaan barang jasa yang dibutuhkan PT Krakatau Steel. Untuk merealisasikan keinginannya memperoleh beberapa pekerjaan di PT Krakatau Steel, Kenneth memberikan uang kepada Alexander.
 
Baca juga:KPK Tolak Penyuap Jadi JC Kasus Krakatau Steel
 
Uang tersebut dimaksudkan untuk dana operasional yang digunakan oleh Alexander. Selain itu, PT Grand Kartech pada 2013 sempat mengajak Alexander dan Wisnu berkunjung ke beberapa vendor di Taiwan.
 
Pertemuan itu terkait rencana pembangunan power plant PT Krakatau Steel. PT Grand Kartech berharap menjadi subkontraktor bila vendor di Taiwan memperoleh pekerjaan di PT Krakatau Steel.
 
PT Grand Kartech pun sepanjang 2012 hingga 2016 mendapatkan proyek di PT Krakatau Steel. Perusahaan itu juga memperoleh proyek di anak perusahan PT Krakatau Steel yaitu pengadaan CO2 Observer di PT Krakatau Engineering (KE) senilai USD6 juta pada 2012.
 
Kemudian pekerjaan subkontrak pengadaan Boiler 23 ton per jam di PT Krakatau Steel senilai Rp7 miliar pada 2014-2015. Lalu pengadaan Boiler 35 ton per jam di PT KE senilai Rp20 miliar pada 2015-2016.
 
Baca juga:Direktur Krakatau Steel Didakwa Menerima Rp101,7 Juta dan US$4 Ribu
 
Ada pun hal yang memberatkan hukuman Kenneth diantaranya, bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi. Pasalnya tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Kemudian Kenneth tidak merasa bersalah.
 
Sementara hal-hal yang meringankan hukuman, Kenneth belum pernah dihukum dan berlaku sopan di persidangan.
 
Kenneth terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dalam dakwaan kedua yakni Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Kenneth mengaku menerima putusan majelis hakim tersebut. Sementara JPU KPK masih pikir-pikir.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif