Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

KPK Periksa Bos Lippo Group Cikarang

Nasional OTT Pejabat Bekasi
Juven Martua Sitompul • 25 Oktober 2018 11:31
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 12 saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi. Ke-12 orang itu akan ditelisik ihwal penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Meikarta oleh Pemkab Bekasi.
 
"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
Ke-12 saksi yang akan diperiksa ialah Presiden Direktur Lippo Group Cikarang Toto Bartholomeus, Direktur PT Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya, serta enam staf Keuangan Lippo Group Cikarang Novan, Endrikus, Ronald, Sri Tuti, Dianika, dan Josiah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Geledah Kantor Lippo Cikarang
 
KPK juga memeriksa Kabid Sarana dan Prasarana-Kabag Kerja Sama Antardaerah di Sekretariat Pemda Eka Hidayat Taufik; Pengelola Dokumen Perizinan pada Seksi Penerbitan Perijinan Tata Ruang dan Bangunan Lucki Widiyani; dan dua pihak Analisis Penerbitan Pemanfaatan Ruang pada Seksi Penerbitan Perijinan Tata Ruang dan Bangunan, Kusnadi Hendra Maulana serta Ujang Tatang.
 
Febri tak menjelaskan detail kaitan saksi dalam kasus ini. Saksi dipanggil karena diduga kuat mengetahui skandal suap izin pembangunan Meikarta.
 
KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.
 
Baca: Sengkarut Lippo Group di Pusaran Suap Meikarta
 
Penyidik juga menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka ialah dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.
 
Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi juga menjadi tersangka.
 
Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahapan.
 
Pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya mencapai Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi