Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditahan KPK. Medcom.id/Fachri
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy ditahan KPK. Medcom.id/Fachri

Dokter yang Merawat Wali Kota Ambon Berpotensi Dijerat

Nasional KPK Gratifikasi kasus korupsi Pemberantasan Korupsi Richard Louhenapessy
Candra Yuri Nuralam • 15 Mei 2022 09:21
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang menindak dokter yang merawat Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Jakarta. Lembaga Antikorupsi mencium upaya perintangan penyidikan kasus suap Richard oleh dokter itu.
 
"Kalau misalnya tim dokter hanya membuat suatu alasan ya ini akan berbahaya bagi tim dokter tersebut. (Bisa) dikatakan sebagai pihak yang ikut menghalang-halangi," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Jakarta, Minggu, 15 Mei 2022.
 
Karyoto mengatakan upaya perintangan penyidikan karena dokter memberikan surat sakit agar Richard tidak menyambangi KPK saat hendak diperiksa. Surat sakit itu diberikan ke KPK melalui kuasa hukum Richard.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 2 Kadis di Ambon Diperiksa Terkait Korupsi Richard Louhenapessy
 
Saat itu, KPK tidak langsung percaya. Korps Antikorupsi sudah memantau aktivitas Richard di Jakarta. Richard sempat keluyuran di salah satu mal di Jakarta.
 
Usai mendapatkan surat sakit itu, Karyoto memerintahkan beberapa anak buahnya menyambangi rumah sakit dan dokter yang merawat Richard. Saat disambangi, dokter dan rumah sakit itu menyebut Richard hanya mencabut jahitan dan suntik antibiotik.
 
"Tim kami juga sudah melakukan pengawasan ya, dan itu hanya cabut jahitan dan suntik antibiotik. Kemudian masih sempat jalan-jalan di mal. Artinya, ini dalam keadaan sehat," ujar Karyoto.
 
KPK menilai pencabutan jahitan dan suntik antibiotik bukan alasan menunda pemeriksaan. Sehingga, KPK mempertanyakan alasan dokter itu memberikan surat sakit.
 
KPK langsung mengingatkan dokter itu dengan upaya perintangan penyidikan. Lembaga Antikorupsi juga mengingatkan dokter itu dengan kasus mantan Ketua DPR Setya Novanto yang sempat beralasan sakit karena benjol sebesar bakpao.
 
"Kita ada pengalaman kasus Setya Novanto dengan 'bakpao'," tutur Karyoto.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif