NEWSTICKER
Terdakwa kasus kepemilikan senjata api Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Foto: Medcom.id/Cindy
Terdakwa kasus kepemilikan senjata api Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Foto: Medcom.id/Cindy

Sakit, Kivlan Zen Absen Persidangan

Nasional senjata api kasus makar
Theofilus Ifan Sucipto • 19 Februari 2020 11:56
Jakarta: Terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal Mayjen (Purn) Kivlan Zen tidak hadir dalam sidang putusan sela (jawaban hakim dari keberatan terdakwa). Kivlan dirawat di Rumah Saakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
 
"Hanya penasihat hukumnya (hadir persidangan)," kata pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta, kepada Medcom.id, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Tonin mengungkapkan kondisi Kivlan tidak memungkinkan hadir persidangan. Kivlan dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, pukul 20.00 WIB, Selasa, 18 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena sakit kronis paru-paru, asma, dan batuk," terang Tonin.
 
Sedianya, sidang putusan sela Kivlan dijadwalkan Rabu, 12 Februari pukul 14.00 WIB. Sidang tak kunjung dimulai karena majelis hakim tak kunjung hadir.
 
Kivlan berkali-kali batuk. Ia mengalami malasah kesehatan di paru-paru. Kivlan bersama keluarga dan penasihat hukum memutuskan meninggalkan ruangan sidang pukul 15.45 WIB.
 
Sakit, Kivlan Zen Absen Persidangan
Terdakwa kasus kepemilikan senjata api Mayjen (Purn) Kivlan Zen meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
 
Kivlan didakwa memberikan uang pada sejumlah orang buat membeli senjata api. Uang juga dipakai buat memata-matai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
 
Dia disebut menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam. Jaksa penuntut umum melayangkan dua dakwaan terhadap Kivlan.
 
Kivlan didakwa melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP.
 
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) itu menjadi tahanan rumah. Kivlan sebelumnya mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif