Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

ICW Eksaminasi Putusan Bebas Syafruddin Arsyad

Nasional kasus korupsi kasus blbi
Siti Yona Hukmana • 26 September 2020 19:55
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mengeksaminasi putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang membebaskan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT). Putusan itu dinilai janggal.
 
"ICW pada 2020 ini berinisiatif melakukan eksaminasi dengan menunjuk tiga orang sebagai eksaminator," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam diskusi daring, Sabtu, 26 September 2020.
 
Tiga eksaminator itu yakni pengajar hukum pidana Universitas Parahyangan, Budi Prastowo; pengajar hukum administrasi negara Universitas Gajah Mada, Oce Madril; dan advokat, Hendronoto Soesabdo. Ketiganya memiliki disipilin ilmu yang sama, tapi spesifikasi yang berbeda

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena perkara ini perdebatan pidana, perdata, dan administrasi negara," ujar Kurnia.
 
Kurnia menilai putusan bebas dalam perkara penerbitan surat keterangan lunas bantuan likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) aneh. Vonis lepas dari MA itu jomplang dibandingkan dengan putusan di tingkat Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
 
Kurnia menyebut pada tingkat pertama Syafruddin divonis 13 tahun penjara dan diperberat menjadi 15 tahun penjara pada tingkat banding. Bahkan, kata Kurnia, permohonan praperadilan mantan Kepala BPPN itu juga ditolak.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif