Dirut PT CSK Diperiksa KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Direktur Utama PT Cemerlang Samudera Kontrindo (CSK) Petrus Edi Susanto. Edi diperiksa terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka IY (Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin, 22 Oktober 2018.

KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Bener Meriah Ahmadi, serta pihak swasta Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri. Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri menjadi tersangka penerima suap. Sedangkan Ahmadi diduga sebagai penyuap.


Baca: Irwandi Yusuf dan Proposal Istri Muda

Irwandi ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus, suap, dan gratifikasi. Irwandi diduga meminta jatah Rp1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA 2018. Irwandi meminta jatah tersebut kepada Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Irwandi juga diduga menerima gratifikasi bersama orang kepercayaannya, Izil Azhar, Rp32 Miliar. Gratifikasi itu berkaitan pelaksanaan pembangunan Dermaga Sabang Tahun Anggaran 2006-2011.

Baca: Istri Siri Gubernur Aceh Dipanggil Ulang

Untuk kasus suap, Irwandi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terkait kasus gratifikasi Irwandi dan Izil disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan‎ UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id