Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

PNS BPK Diperiksa Terkait Suap Proyek Air

Nasional suap proyek di kemenpu-pera OTT di Kementerian PUPR
Kautsar Widya Prabowo • 05 April 2019 11:20
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Kepala Sub Auditoriat IV.A.1 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sepriyadi. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TMN (Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 5 April 2019.
 
Penyidik juga memanggil tiga orang saksi lain untuk melengkapi berkas penyidikan Teuku Moch Nazar. Ketiganya ialah Direktur PT Paesa Pasindo Engineering Panal Banjar Nahor, Direktur PT Indo Penta Bumi Permai Gunawan Adi Putranto, serta kontraktor swasta Gibson.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK sejauh ini telah menerima pengembalian uang suap dari 59 pejabat Kementerian PUPR. Total uang yang dikembalikan dari para pejabat Kementerian PUPR sebanyak Rp22 miliar, USD148.500, dan SGD28.100. Uang itu dikembalikan ke KPK secara bertahap.
 
Lembaga antirasuah juga telah menyita rumah dan tanah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta emas batangan seberat 500 gram. Kedua aset tersebut disita KPK dari dua pejabat Kementerian PUPR karena diduga fee dari proyek tersebut.
 
(Baca juga:Saksi: Pejabat PUPR Terus Minta Uang 'Operasional')
 
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Empat di antaranya sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT WKE, Budi Suharto; Direktur PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE), Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.
 
Kemudian sebagai pihak penerima, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAMDarurat, Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin.
 
Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara dua proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima 170 juta.
 
(Baca juga:55 Pejabat Kementerian PUPR Diduga Terima Suap SPAM)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif