Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Kapolri: Pengamanan Kunker Presiden Harus Humanis dan Tak Reaktif

Siti Yona Hukmana • 15 September 2021 23:21

Dia membeberkan sejumlah demontrasi yang terjadi saat kunker kepala negara. Pertama, saat Presiden Jokowi meresmikan waduk sekampung di Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Kamis, 2 September 2021. 
 
Kala itu, kata Argo, terdapat sekelompok simpatisan eks organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) atau alumni 212 Bandar Lampung yang akan memasang spanduk atau poster. Namun, Argo tak menyebut isi poster itu. 
 
Kemudian, aksi serupa terjadi saat kunker Jokowi di Kota Blitar, Jawa Timur pada Selasa, 7 September 2021. Argo menyebut, ada seorang peternak ayam tiba-tiba berdiri membentangkan poster persis ke arah presiden yang sedang melintas.

Terakhir, upaya penyampaian pendapat dengan membentangkan poster saat 'menyambut' kedatangan kunker Presiden Jokowi di komplek Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Senin, 13 September 2021. Poster itu bertuliskan 'Pak Tolong Benahi KPK'.
 
"Ada 10 mahasiswa yang membawa spanduk dan poster," kata Argo. 
 
Argo menyadari demontrasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun, dia meminta masyarakat berunjuk rasa dengan tertib.  
 
"Makanya kita sampaikan ke masyarakat yang mau sampaikan pendapat kita komunikasikan, jangan sampai menganggu ketertiban umum," kata mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan