Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Foto: MI/Rommy Pujianto

Said Aqil: Negara Terlalu Ramah pada Kelompok Radikal

Nasional terorisme radikalisme
Kautsar Widya Prabowo • 14 Oktober 2019 06:45
Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta pemerintah menindak tegas radikalisme. Paham radikal berujung aksi terorisme meresahkan masyarakat.
 
"Tidak boleh ada kesan negara kalah dalam menghadapi terorisme," ujar Said Aqil di Jakarta, Minggu, 13 Oktober 2019.
 
Ia menuturkan radikalisme sudah menyebar ke pulau-pulau, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dia menilai Indonesia darurat radikalisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama ini kita bersikap terlalu ramah kepada mereka. Maka demi menyelamatkan NKRI, menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia, maka sekecil apa pun yang mereka lakukan harus ditindak tegas," kata dia.
 
Said Aqil menyebut salah satu yang dapat dilakukan yakni membumikan Pancasila di kalangan anak muda. Ini untuk menangkal pahamradikal.
 
"Hal ini agar para kaum milenial tak mendapat masukan tentang agama dari sisi yang sempit sehingga kemudian menciptakan radikalisme tadi," tutur dia.
 
Staf Khusus Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyebut
radikalisme mengancam keutuhan bangsa dan negara. Paham radikal menginginkan Pancasila diubah.
 
"Maka ke depan tantangan kita adalah bagaimana memperkuat ideologi Pancasila dalam praktik kehidupan berbagsa dan bertanah air," kata dia.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif