Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), Mahfud MD. Foto: Ilham Wibowo/Medcom.id
Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), Mahfud MD. Foto: Ilham Wibowo/Medcom.id

Mahfud MD Sebut Radikalisme Mulai Masuk Pesantren

Nasional radikalisme
Ilham Pratama Putra • 16 Agustus 2019 18:49
Jakarta: Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK), Mahfud MD, menyebut radikalisme sudah mulai mewabah ke pesantren. Mereka memusuhi nilai-nilai kebangsaan.
 
"Muncul pesantren yang tiba-tiba banyak pengikutnya, kemudian sangat eksklusif, orang lain tidak boleh masuk. Tidak boleh orang hormat bendera," kata Mahfud di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Garuda, kata dia, dianggap sebagai patung dan diperintahkan untuk dimusnahkan. Tindakan itu yang membuat orang-orang marah kepada umat Muslim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang yang baru mendengar tiba-tiba menjadi marah kepada orang Islam yang sebenarnya sudah toleransi," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
 
Menurut Mahfud, persoalan ini harus segera diatasi. Dia khawatir hal tersebut dapat merusak negara dan memecah belah masyarakat. "Seakan akan kita musuh, hanya karena perbedaan cara pandang tentang agama dan pilihan. Lalu dianggap musuh yang harus disingkirkan," ujarnya.
 
Mahfud menegaskan paham radikal harus ditolak. Pemahaman itu akan merusak ideologi negara yang telah matang dan tak perlu ada perubahan.
 
"Apakah kita anti perubahan? Tidak. Kita sadar perubahan harus dilakukan. Tapi perubahan kita adalah perubahan gradual atau bertahap," kata Mahfud.
 
Menurut Mahfud, sistem kenegaraan sudah matang berdasarkan Pancasila. Radikalisme hanya sebagai gerakan yang ingin mengganti sistem yang sudah matang tersebut.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif