Ekspresi Jessica Kumala Wongso saat mengikuti sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu 3 Agustus 2016. Antara Foto/Rosa Panggabean
Ekspresi Jessica Kumala Wongso saat mengikuti sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu 3 Agustus 2016. Antara Foto/Rosa Panggabean

Psikolog Pastikan Jessica Bukan Psikopat

Arga sumantri • 16 Agustus 2016 00:11
medcom.id, Jakarta: Hakim ketua Kisworo, menanyakan kepastikan terkait indikasi psikopat dalam diri Jessica Kumala Wongso. Saksi ahli psikolog klinis Antonia Ratih Andjayani mengatakan, tidak ditemukan indikasi tersebut dalam diri  terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu.
 
"Yang bersangkutan tidak menampilkan adanya indikasi berkepribadian ganda dan tidak menemukan adanya kemungkinan yang bersangkutan bisa dirujukan menjadi psikopat," ungkap Ratih di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).
 
Ratih pun diminta menjabarkan, ciri dan perilaku orang-orang yang memiliki karakter psikopat. "Psikopat adalah seseorang yang daya empatinya nol, empatinya tidak berkembang secara sehat, sehingga kemampuan untuk menakar dirinya kepada orang lain itu tidak berkembang secara baik," beber Ratih.

Psikolog Pastikan Jessica Bukan Psikopat
Jessica Kumala Wongso jalani persidangan -- Foto: MI/Adam Dwi
 
Dia menambahkan, psikopat tidak dapat merasakan emosi orang lain. Mereka juga bisa tampil sebagai pribadi yang dingin dan memiliki hati nurani yang tidak berkembang.
 
Kisworo kembali menegaskan pernyataan Ratih. Utamanya, soal sisi psikologis Jessica yang disebut Ratih tergolong orang yang cerdas dan sehat secara mental.
 
"Sehat secara mental maksudnya adalah dia mampu menalar, berfungsi, berdaya pikir kritis, serta cerdas," kata Antonia.
 
(Baca: Saksi Psikolog: Tingkah Jessica Tak Ada yang Aneh)
 
Namun demikian, dia mendiagnosis Jessica memiliki kepribadian jenis amorous narcissistic. Kepribadian yang membuat seseorang seringkali menggunakan kebohongan yang rumit untuk beralih dari pembicaraan yang satu ke yang lain.
 
"Tambahan ngobrol informal, ada hal-hal yang ditemukan tidak sinkron. Ketika dibilang dia orangnya pemaaf, dalam jawaban berikutnya itu bisa berbeda," ungkap dia.
 
Psikolog Pastikan Jessica Bukan Psikopat
Jessica Kumala Wongso -- Foto: Metro TV
 
Sifat amorous narcissistic merupakan turunan dari kepribadian jenis narcissistic. Kepribadian jenis itu punya definisi kecenderungan seseorang yang memiliki dorongan untuk menjadi pusat perhatian melalui pujaan di lingkungan sekitar. Hal semacam itu, bisa menjadi kebutuhan orang dengan kepribadian narcissistic.
 
"Narcissistic, di sini berkaitan dengan bagaimana dia butuh keberadaannya diakui dengan achievement dia, prestasi, dan pencapaian-pencapaian yang dimiliki," tandasnya.
 
(Baca: Perilaku Jessica tidak Lazim saat Mirna Semaput).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>