Halte Bus TransJakarta Sarinah hangus dibakar pengunjuk rasa penolak pengesahan UU Cipta Kerja di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Halte Bus TransJakarta Sarinah hangus dibakar pengunjuk rasa penolak pengesahan UU Cipta Kerja di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

5.918 Orang Ditangkap Terkait Demo UU Ciptaker, 98 Ditahan

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 12 Oktober 2020 18:38
Jakarta: Polisi menangkap 5.918 orang dalam demo penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) di sejumlah wilayah yang berujung ricuh. Sebanyak 169 orang naik ke tahap penyidikan.
 
"Dari 169 itu 98 orang ditahan karena ancaman pidananya di atas lima tahun," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Menurut dia, 71 orang lainnya tidak ditahan karena ancaman hukuman mereka hanya satu hingga dua tahun penjara. Dia memastikan pelaku yang tak tidak ditahan tetap diproses hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Argo memerinci Polda Sumatra Utara menetapkan 32 orang tersangka dan ditahan semua. Polda Jambi menjaring lima tersangka yang tidak ditahan. Di Sumatra Selatan, ada enam tersangka yang ditahan semua.
 
Lampung memiliki empat tersangka yang ditahan semua, sedangkan Banten 14 tersangka dan satu ditahan. Polda Metro Jaya menetapkan 54 orang tersangka dengan 28 orang ditahan. Polda Jawa Barat menangkap 14 tersangka dengan empat ditahan.
 
Polda Jawa Tengah menjaring lima tersangka yang ditahan semua, Jawa Timur 15 tersangka dengan empat ditahan, dan Daerah Istimewa Yogyakarta empat tersangka yang ditahan semua. Di Kalimantan Barat, polisi menangkap lima tersangka dengan dua orang ditahan.
 
Di Kalimantan Selatan, polisi menahan satu orang. Di Sulawesi Selatan, ada enam tersangka yang ditahan semua, dan Sulawesi Tengah tiga tersangka dengan satu orang ditahan.
 
"Dari tersangka ini statusnya mahasiswa 29, pelajar 83, masyarakat tujuh, buruh tujuh, pengangguran 10, lain-lain 30. Ada juga ibu rumah tangga di Sumatra Utara ditahan," beber jenderal bintang dua itu.
 
Selain itu, Argo mengatakan 5.918 orang yang ditangkap berasal dari berbagai kalangan. Sebanyak 796 orang dari kelompok anarko, 601 dari masyarakat umum, 1.548 pelajar, 443 mahasiswa, 55 pengangguran, 484 buruh, serta sisanya lain-lain.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif