Eks terpidana Sofyan Basir. Foto: ANT/Putra Haryo Kurniawan
Eks terpidana Sofyan Basir. Foto: ANT/Putra Haryo Kurniawan

KPK Sebut Hakim Abaikan Fakta Keterlibatan Sofyan Basir

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Kautsar Widya Prabowo • 06 November 2019 18:40
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengabaikan sejumlah fakta dan bukti terkait putusan Sofyan Basir. Beberapa temuan KPK akan menjadi materi banding ke Mahkamah Agung.
 
Juru bicara KPK Febri Diasnyah menyebut salah satu bukti dan fakta yang diabaikan ialah pengetahuan Sofyan tentang suap yang akan diterima eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Sofyan pernah bersaksi mengetahui ada suap Rp4,75 miliar dari Kotjo.
 
"Sofyan Basir menyatakan terdakwa diberitahu Eni, bahwa Eni mengawal perusahaan Kotjo dalam rangka menggalang dana untuk partai," ujar Febri di Jakarta, Rabu, 6 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Majelis hakim juga dinilai tidak mempertimbangkan keterangan Eni yang mengaku memberitahu Sofyan ditugaskan mengawal perusahaan Kotjo.Peran Sofyan dalam mempercepat proyek PLTU Riau-1 juga tidak didalami oleh majelis hakim.
 
Padahal, kata Febri, Sofyan melanggar sejumlah aturan dalam melancarkan aksi."Jadi secara paralel, KPK melakukan analisis terhadap pertimbangan yang disampaikan hakim secara lisan di pengadilan," tutur dia.
 
Febri menyebut KPK belum menerima salinan lengkap putusan Pengadilan Tipikor Jakarta. Namun, Lembaga Antirasuah tetap menghormati putusan hakim yang independen dan imparsial.
 
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyampaikan KPK bakal mengajukan banding atas putusan bebas Sofyan Basir. KPK yakin keterlibatan Sofyan dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 kuat.
 
"Lima pimpinan sudah ketemu dan saya pikir kita akan lakukan upaya hukum, dan kita firm kok di situ. Dan nanti kita lihat hasilnya seperti apa," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 4 November 2019.
 
Kelima pimpinan telah menemui jaksa penuntut umum buat membahas tindak lanjut putusan bebas Sofyan. Upaya banding di tingkat kasasi ke Mahkamah Agung (MA) sesuai dengan prosedur hukum.
 
"Tinggal nanti bagaimana kita menjelaskan ulang kembali," ucap dia.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif