Sidang praperadilan tersangka kasus suap jual beli jabatan Romahurmuziy - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.
Sidang praperadilan tersangka kasus suap jual beli jabatan Romahurmuziy - Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan.

Kubu Romi Ajukan Bukti Penyadapan Sebelum Penyelidikan

Nasional OTT Romahurmuziy
Muhammad Syahrul Ramadhan • 08 Mei 2019 14:32
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melanjutkan sidang gugatan praperadilan yang diajukan tersangka kasus suap jual beli jabatan Romahurmuziy (Romi). Dalam sidang kuasa hukum Romi menyerahkan sejumlah bukti.
 
"Surat keterangan bahwa Romi tidak tahu mengenai uang senilai Rp300 juta. Kemudian keterangan terkait penyadapan percakapan Romi yang dilakukan KPK pada Januari 2019 lalu," beber kuasa hukum Romi, Maqdir Ismail di PN Jakarta Selatan, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Maqdir menyebut penyadapan yang dilakukan ilegal karena dilakukan sebelum penyelidikan.
"Menurut dokumen surat perintah penyelidikan baru ada bulan Februari. Jadi ada penyadapan tanpa surat perintah," tambah Maqdir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait bukti-bukti yang diserahkan itu, biro hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merasa keberatan. Tim Biro Hukum KPK Evi Laila Kholis mempertanyakan kubu Romi bisa memiliki surat perintah penyadapan.
 
"Memang diberikan kepada yang bersangkutan, kepada yang menyerahkan barang akan tetapi dokumen tersebut diajukan sebagai bukti di persidangan (Tipikor)," Evi.
 
Meski begitu, Hakim Ketua Agus Widodo tetap menerima bukti yang diajukan pemohon.

(Baca juga: Romahurmuziy Terima Suap 'Receh')


Dalam kasus ini, Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta. Uang itu bagian fee setelah berhasil meloloskan pesanan jabatan Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Haris Hasanuddin (HRS) sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.
 
Pemberian pertama senilai Rp250 juta diterima Romi dari Haris Hasanuddin. Suap itu diberikan Haris Hasanuddin kepada Romi pada 6 Februari 2019.
 
"Pada saat inilah diduga pemberian pertama terjadi," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019.
 
Kemudian, Romi kembali menerima suap sebesar Rp50 juta dari Muafaq Wirahadi. Uang itu diserahkan agar Romi mau membantunya untuk memenangkan seleksi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.
 
"Tanggal 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB (Abdul Wahab) bertemu dengan RMY (Romahurmuziy)‎ untuk penyerahan uang Rp50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ," pungkasnya.
 
(Baca juga:Romi Keliru Membedakan Penindakan dan Pencegahan)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif