Tersangka penyiraman air keras Vindra Yuniko. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra
Tersangka penyiraman air keras Vindra Yuniko. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra

Tersangka Penyiraman Air Keras Merasa Tak Diperhatikan

Nasional tragedi air keras
Candra Yuri Nuralam • 19 November 2019 08:48
Jakarta: Tersangka penyiraman air keras Vindra Yuniko (VY), 29 tahun, mengaku ditelantarkan usai jatuh dari lantai tiga pada 2015. Dia menyengsarakan orang lain sebagai balasan.
 
"Tersangka melakukan aksinya karena frustasi dan tidak dapat biaya pengobatan. Padahal selama ini semua sudah diberikan oleh pihak pekerja," kata psikolog Kasandra Putranto usai memeriksa Vindra di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 18 November 2019.
 
Vindra mengaku kerap merasakan nyeri di bagian badan empat tahun usai insiden itu.Kasandra menuturkan berdasarkan pemeriksaan polisi Vindra telah diberikan kompensasi berupa pengobatan rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada bagian seperti mata, punggung yang nyeri karena ada cedera itu yang dipermasalahkan karena enggak ada bantuan pengobatan lanjutan. Karena yang dia tuntut adalah bantuan pengobatan lanjutan," tutur Kasandra.
 
Vindra lantas merasa tidak diperhatikan keluarga dan orang sekitar. Hal itu juga membuat tersangka termotivasi menyengsarakan orang lain.
 
"Dia semata-mata ingin membalas dendam pada semua orang secara acak yang penting orang-orang merasakan penderitaan dia. Tentu saja tidak adil dan tidak sesuai dengan nilai kewajaran dan nilai kasih sayang kepada sesama," ucap Kasandra.
 
Vindra menyiram air keras pada sejumlah orang. Total korban berjumlah sembilan orang.
 
Penyerangan pertama pada dua Siswi SMP berinisial A dan P di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa 5 November 2019. Pelaku menggunakan motor dan tiba-tiba menyiramkan air keras kepada kedua korban.
 
Tiga hari kemudian, Vindra menyerang seorang tukang sayur, Sakinah, 60, dengan cara yang sama. Sakinah diserang saat pulang berdagang.
 
Terakhir, pelaku menyiram enam siswi SMP pada 15 November 2019. Vindra kabur menggunakan sepeda motor usai beraksi.
 
Vindra dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat 2 juncto 76 c, dan atau Pasal 351 ayat 2.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif