Polda Metro Jaya bersama tim gabungan menangkap tersangka pelaku teror penyiraman cairan kimia yang aksinya sangat meresahkan warga Jakarta Barat.  Antara Foto/Aditya Pradana Putra
Polda Metro Jaya bersama tim gabungan menangkap tersangka pelaku teror penyiraman cairan kimia yang aksinya sangat meresahkan warga Jakarta Barat. Antara Foto/Aditya Pradana Putra

Psikolog: Pelaku Penyiraman Air Keras Waras

Nasional tragedi air keras
Yurike Budiman • 17 November 2019 03:30
Jakarta: Polisi masih mendalami kasus penyiraman air keras yang dilakukan FY,29, di wilayah Jakarta Barat setelah tersangka ditangkap. Motif penyiraman juga masih diselidiki lebih lanjut termasuk mengetahui apakah ada masalah kejiwaan.
 
Psikolog Klinis dan Forensik Kasandra Putranto membeberkan analisanya. Ia menilai penyiraman yang dilakukan terhadap enam korban yang seluruhnya perempuan dinilai tidak punya latar belakang yang khusus. Penyerangan itu pun dinilai hanya terkait pelaku yang mengincar ketidakberdayaan korban.
 
"Pelaku tidak ada tujuan atau sasaran khusus mengejar perempuan, memang secara acak. Dia melihat perempuan paling mudah menjadi korban karena perempuan yang paling lengah dan tingkat waspadanya juga rendah. Secara khusus tidak ada intensi terhadap perempuan sebagai korbannya," papar Kasandra di Polda Metro Jaya, Sabtu, 16 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pemeriksaan terhadap tersangka FY belum selesai dan hasil yang diperoleh masih belum lengkap. Akan tetapi tersangka dipastikan tidak mengalami gangguan jiwa.
 
"Dari yang kami peroleh kami simpulkan setidaknya tersangka bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Artinya dia sadar, tidak ditemukan adanya indikasi delusi, halusinasi atau apapun yang meragukan kesehatan jiwanya," papar Kasandra.
 
Total korban FY berjumlah sembilan orang. Pertama pada tanggal 5 November 2019 FY menyerang dua Siswi SMP berinisial A dan P di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa 5 November 2019. Pelaku menggunakan motor dan tiba-tiba menyiramkan air keras kepada kedua korban.
 
Tiga hari kemudian, FY menyerang seorang Tukang Sayur bernama Sakinah, 60 tahun, dengan cara yang sama. Sakinah diserang saat sedang pulang usai berdagang.
 
Terakhir, FY menyiram enam siswi SMP pada tanggal 15 November 2019. FY langsung kabur menggunakan sepeda motor.
 
Saat ini FY sudah ditahan di rumah tanahan Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami keterangan tersangka untuk pendalaman penyidikan.
 
Pertama kali, penyiraman air keras menimpa dua orang siswi SMP di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa, 5 November 2019 sore. Pelaku menggunakan motor tiba-tiba menyiramkan air keras kepada kedua korban.
 
Selang beberapa hari kemudian, teror air keras kembali terjadi. Kali ini seorang ibu, Sakinah (60) disiram air keras saat sedang berjualan.
 
Atas perlakuannya FY dikenakan undang-undang perlindungan anak Pasal 80 ayat 2 juncto 76 c, Undang-undang Republika Indonesia nomor 35 tahun 2014, dan atau pasal 351 ayat 2.
 

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif