ilustrasi Metrotvnews.com
ilustrasi Metrotvnews.com

Jaksa Agung Tunggu Kelanjutan Kasus Kondensat

Nasional korupsi migas kasus tppi
Arga sumantri • 09 Februari 2018 21:09
Jakarta: Kejaksaan Agung masih menunggu kelanjutan kasus korupsi kondensat. Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan Bareskrim Polri harus menyerahkan seluruh tersangka jika ingin pelimpahan tahap kedua disetujui.
 
"Tersangka ada tiga itu. Semuanya harus diserahkan dalam waku bersamaan biar penyelesaian lebih cepat," kata Prasetyo di kantor Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.
 
Prasetyo menjelaskan kejaksaan sudah meneliti berkas perkara tiga tersangka kasus korupsi kondensat. Kejaksaan menyatakan berkas lengkap alias P21.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga tindak lanjutnya penyidik serahkan kepada JPU untuk tersangka dan barang buktinya," ujarnya.
 
(Baca juga: Kasus Korupsi Kondensat Mandek)
 
Kasus korupsi kondensat seolah jalan di tempat. Musababnya, Bareskrim masih belum bisa memulangkan Presiden Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno yang kabur ke luar negeri.
 
Dua tersangka lainnya, yakni Kepala Badan Pelaksanan Kegiatan Usaha BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono juga masih menghirup udara bebas. Keduanya batal ditahan setelah Bareskrim urung melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.
 
Kasus ini bermula ketika SKK Migas menunjuk langsung PT TPPI sebagai pihak penjual kondensat pada Oktober 2008. Perjanjian kontrak kerja sama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009.
 
Dalam kontrak, PT TPPI harus menjual kondensat pada PT Pertamina. Tapi belakangan diketahui PT TPPI tidak menjual kondensat ke Pertamina melainkan ke pihak lain.
 
Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.
 
(Baca juga: Buronan Kasus Korupsi Kondensat Belum Terlacak)
 
Selain itu, tindakan ini tak sesuai Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembentukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.
 
Berdasar perhitungan BPK, kerugian negara mencapai USD2,716 miliar. Dari kasus ini telah disita sejumlah dokumen serta aset berupa tanah dan bangunan yang berada di kawasan TPPI di Jalan Tanjung Dusun Awar-awar, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
 
Kini para tersangka yakni Kepala Badan Pelaksanan Kegiatan Usaha BP Migas Raden Priyono dan mantan Deputi Finansial BP Migas Djoko Harsono juga Presiden Direktur PT TPPI Honggo Wendratno dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 UU Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Tipikor.

 

(HUS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif