Buronan 14 tahun Adelin Lis tiba di Jakarta. Dok. Kejagung RI
Buronan 14 tahun Adelin Lis tiba di Jakarta. Dok. Kejagung RI

Kumpulan Fakta Kasus Korupsi Pembalakan Liar Adelin Lis

Nasional kasus korupsi pembalakan liar Kejaksaan Agung Adelin Lis
Cindy • 20 Juni 2021 11:15
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap terpidana kasus korupsi pembalakan liar Adelin Lis usai buron selama 14 tahun. Dia ditangkap karena kasus penebangan dan pembalakan liar di Mandailing Natal, Sumatra Utara, pada 2000 sampai 2005.
 
Adelin Lis ditangkap di Singapura pada Maret 2021 dalam kasus berbeda. Dia menggunakan paspor palsu dengan nama Hendro Leonardi. 
 
Usai menjalani persidangan denda paspor palsu di Singapura dan dijatuhi sanksi denda sebesar SGD14.000, Adelin Lis diterbangkan ke Indonesia. Dia mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 19.40 WIB, Sabtu, 19 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selanjutnya akan dilakukan eksekusi terpidana, barang bukti, dan uang pengganti Rp119 miliar," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Kejagung, Jakarta Selatan, Sabtu, 19 Juni 2021.
 
Baca: Perjalanan Adelin Lis yang Ditangkap Usai 14 Tahun Buron
 
Berikut kumpulan fakta Adelin lis mulai dari kasus, penangkapan, hingga pemulangannya ke Indonesia. 

1. Negara merugi akibat pembalakan liar

Kasus bermula ketika PT KNDI mendapat fasilitas pengusahaan hutan seluas 58.590 hektare di Kabupaten Mandailing Natal. PT KNDI malah memanfaatkan izin itu untuk melakukan penebangan serta memungut hasil kayu tebang di luar rencana kerja tahunan (RKT).
 
"PT KNDI dan pemungutan hasil hutan kayu itu sama sekali tidak membayar provisi sumber daya hutan (PSDH) dan dana reboisasi," kata Leonard.
 
Adelin menjadi aktor utama dalam pemufakatan jahat yang dilakukan PT KNDI. Atas ulahnya, negara merugi Rp119,802 miliar dan US$2,938 juta.

2. Tiga kali melarikan diri

Adelin Lis berhasil melarikan diri sebanyak tiga kali usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembalakan liar. Adelin pernah melarikan diri ke Tiongkok dan ditangkap pada 2006. 
 
Namun, dia melarikan diri  setelah puluhan orang tak dikenal mengeroyok 4 petugas KBRI yang mengawalnya. Namun, dia ditangkap lagi setelah dibantu kepolisian Beijing.
 
Pada 2008, Adelin kembali melarikan diri sampai akhirnya tertangkap lagi Maret 2021 di Singapura. Dia ditangkap karena menggunakan paspor palsu dengan nama Hendro Leonardi. 

3. Adelin Lis dikarantina 14 hari

Adelin Lis tak langsung dijebloskan ke penjara. Dia akan dikarantina terlebih dahulu untuk menghindari penyebaran covid-19. 
 
Karantina akan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung. Kejaksaan Agung akan mencari lokasi penahanan Adelin selama menjalani karantina.
 
"Nanti kita lihat apakah ini kita akan berkoordinasi dengan Ditjen Pemasyarakatan," ujar Leonard.
 
Baca: Kejagung Bakal Tagih Pidana Denda dan Uang Pengganti Adelin Lis

4. Adelin sempat berencana menyerahkan diri

Adelin Lis sebelumnya berencana menyerahkan diri. Hal ini didapat dari surat keluarga ke Kejaksaan Agung yang mengatakan Adelin akan pulang sendiri.
 
"Bahwa pada pokoknya agar Adelin Lis diizinkan untuk pulang sendiri ke Medan dan akan datang ke Kejaksaan Negeri Medan," ungkap Leonard. 
 
Leonard mengatakan surat itu dikirim melalui pengacara keluarga Adelin. Dalam surat itu, keluarga Adelin mengaku sudah menyiapkan tiket untuk pulang ke Indonesia pada Jumat, 18 Juni 2021.

5. Keluarga minta Adelin dipenjara di Lapas Tanjung Gusta

Pihak keluarga meminta Adelin Lis tak ditahan di luar Sumatra Utara. Permintaan itu disampaikan keluarga melalui surat yang dikirim ke Kejaksaan Agung. 
 
"Meminta agar bisa ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, Sumatra Utara," kata Leonard. 
 
Kejagung belum bisa memastikan lokasi eksekusi Adelin. Sebab, dia harus menjalani karantina selama 14 hari sebelum dibui. 
 
Baca: Kejagung Pastikan Penyidikan TPPU Adelin Lis Terus Berjalan
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif