Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

KPK Pastikan Kasus Suap Penanganan Perkara di PN Surabaya Dikembangkan

Candra Yuri Nuralam • 29 September 2022 09:08
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya bakal dikembangkan. Salah satu temuan yang dikembangkan yakni dugaan penerimaan uang Rp300 juta oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Dede Suryaman yang terbongkar dalam persidangan Panitera Pengganti M Hamdan.
 
"Seluruh uraian analisis tim jaksa KPK dalam surat tuntutan telah disampaikan dihadapan majelis hakim dalam perkara terdakwa Hamdan," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Kamis, 29 September 2022.
 
Ali mengatakan pihaknya sudah mencatat semua fakta yang terbongkar dalam persidangan Hamdan. Lembaga Antikorupsi tinggal menganalisis temuannya untuk mempelajari kemungkinan pembukaan perkara baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, analisis itu baru digelar usai putusan dibacakan. Majelis hakim diminta memberikan putusan sesuai dengan seluruh fakta persidangan.
 
"Kami berharap analisis tim jaksa KPK juga dipertimbangkan dalam putusan dimaksud," ujar Ali.

Baca: KPK Prihatin Hakim Dede Terima Suap dari Persidangan Kasus Korupsi


Lembaga Antikorupsi menegaskan tidak segan menindak pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Termasuk, memproses hukum Dede Suryaman.
 
"Prinsipnya, sepanjang ada fakta hukum pasti KPK kembangkan dan temukan pihak yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," ucap Ali.
 
Dede Suryaman mengaku menerima uang 'terima kasih' dari perkara korupsi yang menjerat Wali Kota Kediri pada 2021. Ini disampaikan Dede saat menjadi saksi perkara dugaan suap yang membelit Panitera Pengganti M Hamdan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa, 2 Agustus 2022.
 
"Uang itu juga telah dibagi-bagikan pada sejumlah hakim anggota lainnya," kata Dede, Selasa, 2 Agustus 2022.
 
Mantan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu menjadi saksi dalam kasus yang membelit Hamdan. Ini merupakan rangkaian dari perkara yang membelit Hakim Itong Isnaini dan pengacara RM Hendro Kasiono.

Baca: Hakim Itong Diduga Terima Gratifikasi Rp95 Juta


Sidang perkara tindak pidana korupsi gratifikasi suap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat, digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya. Itong tidak sendirian. Dia didakwa bersama dengan Panitera Pengganti, M Hamdan; dan seorang pengacara, Hendro Kasiono; dalam berkas terpisah. Total suap yang diterima dalam perkara ini mencapai Rp545 juta.
 
Hakim Itong dan M Hamdan pun dijerat dengan pasal berlapis. Itong Isnaeni dan Hamdan sebagai penerima suap didakwa Pasal 12 huruf c UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1.
 
Sedangkan, terdakwa Hendro Kasiono sebagai pemberi suap didakwa Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kedua, Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif