Terpidana korupsi Annas Maamun. ANT/Agus Bebeng.
Terpidana korupsi Annas Maamun. ANT/Agus Bebeng.

ICW Minta Jokowi Cabut Grasi Annas Maamun

Nasional grasi
Medcom • 02 Desember 2019 19:03
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) kecewa dengan keputusan grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada terpidana korupsi Annas Maamun. ICW meminta Jokowi mencabut grasi tersebut.
 
“Presiden harus segera mencabut grasi tersebut. Jika konsep penegakan hukum seperti ini yang diinginkan Presiden, maka pemberian efek jera pada pelaku korupsi tidak akan pernah tercapai,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
ICW tak setuju dengan alasan kemanusiaan yang digunakan Jokowi dalam memberikan grasi. Annas disebut sebagai mantan kepala daerah yang melakukan kejahatan luar biasa dan merugikan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Langkah dari Presiden Joko Widodo ini sangat mencoreng masyarakat, karena pihak yang paling terdampak oleh tindak korupsi dari terpidana adalah masyarakat sendiri,” jelas Kurnia lebih lanjut.
 
Annas memperoleh grasi dari Presiden Jokowi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 tentang Pemberian Grasi, tertanggal 25 Oktober 2019. Maka Annas dinyatakan bebas pada 3 Oktober 2020, dari semula 3 Oktober 2021.
 
Keputusan Kepala Negara dihujani kritikan dari berbagai pihak. Pertanyaan hingga kekecewaan terhadap ringannya hukuman terpidana korupsi masih menyelimuti.
 
Presiden Jokowi menyebut pemberian grasi kepada Annas atas alasan kemanusiaan. Annas disebut mengidap komplikasi dan sudah tua.
 
"Dari sisi kemanusiaan memang umurnya juga sudah uzur dan sakit-sakitan terus sehingga dari kaca mata kemanusiaan itu diberikan," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 27 November 2019. (Flory Ambarita)
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif