Eks Gubernur Riau Annas Maamun keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Susanto
Eks Gubernur Riau Annas Maamun keluar seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Susanto

Tiga Gubernur Riau 'Pasien' KPK

Nasional suap gubernur riau
Fachri Audhia Hafiez • 02 Desember 2019 17:31
Jakarta: Annas Maamun merupakan eks gubernur Riau ketiga yang menjadi 'pasien' KPK. Dua gubernur Riau sebelumnya, Saleh Djasit dan Rusli Zainal, juga pernah terjerat kasus tindak pidana korupsi.
 
Kasus ketiga gubernur Riau ini terbilang fenomenal. Mereka terjerat korupsi dalam rentang waktu kepemimpinan berturut-turut.
 
Medcom.id merangkum perkara yang menjerat ketiganya;

1. Saleh Djasit

Kasus korupsi yang menjerat Saleh dilakukan saat menjabat sebagai gubernur Riau periode 1998-2003. Namun kejahatannya baru terendus saat Saleh menjabat sebagai anggota DPR periode 2004-2009.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saleh terbukti melakukan praktik rasuah terkait penggelembungan harga pengadaan mobil pemadam kebakaran di Pemerintah Provinsi Riau. Saleh terbukti membuat disposisi setelah mendapat radiogram dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kala itu, Hari Sabarno. Disposisi dilakukan pimpinan proyek.
 
Saleh juga melakukan penunjukan langsung terhadap PT Istana Saranaraya milik Hengky Samuel Daud. Proyek yang semula cuma Rp15 miliar menjadi lebih dari Rp50 miliar.
 
Saleh juga terbukti memperkaya orang lain dan merugikan keuangan negara. Gubernur ke-10 Riau itu dijatuhi hukuman empat tahun penjara, serta denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Amar putusan tersebut dibacakan pada 28 Agustus 2008.

2. Rusli Zainal

Gubernur ke-11 Riau ini terbukti korupsi terkait kehutanan dan proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012. Kasus ini terungkap pada 2013. Rusli dinilai terbukti merugikan keuangan negara karena memerintahkan pemberian izin kehutanan tak sah.
 
Kerugian negara mencapai Rp265 miliar. Mantan Ketua DPD Partai Golkar Riau itu juga terbukti melakukan korupsi bersama-sama dalam proyek pembangunan arena PON ke-18 di Pekanbaru.
 
Tak tanggung-tanggung, hukuman Rusli di pengadilan tingkat pertama diputus 14 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Rusli merupakan gubernur Riau dua periode 2003-2008 dan 2008-2013.
 
Atas putusan itu, Rusli mengajukan banding. Pengadilan Tinggi Riau mengurangi masa kurungan Rusli menjadi 10 tahun pada 7 Agustus 2012.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hakim agung kembali menaikkan hukuman Rusli Zainal menjadi 14 tahun.
 
Rusli kembali menempuh langkah hukum. Rusli mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Hakim agung mengabulkan PK dan memutuskan hukuman 10 tahun sesuai putusan di tingkat Pengadilan Tinggi.

3. Annas Maamun

Annas divonis enam tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Annas terbukti melakukan korupsi dalam kasus suap alih fungsi lahan kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Sengingi, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.
 
Politikus Golkar itu terbukti menerima suap SGD166.100 dari Gulat Medali Emas Manurung dan Edison Marudut. Annas juga terbukti menerima hadiah uang Rp500 juta dari Gulat agar memenangkan PT Citra Hokiana Triutama milik Edison dalam pelaksana proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.
 
Dalam kasus ini, Annas diganjar hukuman tujuh tahun penjara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Putusan MA itu menambah satu tahun hukuman dari vonis enam tahun penjara Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung pada 24 Juni 2015.
 
Kejahatan Mantan Bupati Rokan Hilir itu terungkap pada 25 September 2014. Padahal Annas baru dilantik pada 19 Februari 2014, menggantikan Rusli yang divonis bersalah oleh pengadilan tipikor.
 
Namun, Annas memperoleh grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus suap alih fungsi lahan. Grasi tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 23/G Tahun 2019 tentang Pemberian Grasi, tertanggal 25 Oktober 2019. Annas dinyatakan bebas pada 3 Oktober 2020, dari semula 3 Oktober 2021.
 
Annas belum bisa bernapas lega setelah mendapat grasi dari Presiden. Dari catatan KPK, Annas masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Riau 2014 dan RAPBD Tambahan 2015.
 
Penetapan tersangka Annas dalam perkara itu dilakukan saat kasus korupsi alih fungsi lahan kebun kelapa sawit bergulir. Dia diduga menerima Rp1 miliar dari eks anggota DPRD Riau Ahmad Kirjauhari terkait pembahasan RAPBD.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif