Rumah Fitri Andriana di Brebes, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Rumah Fitri Andriana di Brebes, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Penyerang Wiranto Melarang Kamar Tidur Dimasuki Keluarga

Nasional Wiranto Diserang
Kuntoro Tayubi • 11 Oktober 2019 07:31
Brebes: Penyerang Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Fitri Andriana, terkenal tertutup. Fitri seperti menyembunyikan sesuatu di kamar tidur.
 
“Tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke kamar tidurnya. Jangankan teman, kakak dan adiknya saja tidak boleh. Kalau dia pergi, kamarnya selalu ditutup (dikunci),” kata kerabat Fitri, Rahayu, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Rahayu menduga Fitri tidak ingin diganggu. Sebab, Fitri gemar membaca buku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah buku di kamar tidur Fitri dibawa Densus 88 Antiteror Polri. "Satu dus yang dibawa," beber Rahayu.
 
Keduanya kerap mengobrol bila Fitri sedang pulang ke rumahnya di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Dia menyebut tak ada pembicaraan yang aneh. Pembicaraan seputar pekerjaan Fitri sebagai asisten rumah tangga di Jakarta.
 
Rahayu mengaku sempat kaget melihat perubahan Fitri menggunakan cadar. Namun, dia tidak banyak bertanya lantaran tidak ingin mencampuri urusan pribadi Fitri.
 
Perangkat Desa Sitanggal, Wartono, menyebut enam anak panah, satu busur, dan satu dus buku disita anggota Densus 88 Antiteror Polri. Fitri ialah anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Sunarto dan Carti.
 
“Ayah Fitri serabutan dan ibunya buruh tani. Saat ini mereka sedang dimintai keterangan oleh petugas kepolisian,” kata Wartono.
 
Fitri dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara menyerang Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019. Penyerangan menggunakan pisau dan gunting.
 
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan menyebut keduanya merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Abu Rara sempat aktif di jaringan JAD Kediri. Dia kemudian pindah ke Bogor.
 
"Karena cerai dengan istri pertama, ia pindah ke Menes dan difasilitasi oleh salah satu Abu Syamsudin," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Oktober 2019.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif