Baiq Nuril Maknun. ANT/Dhimas Pratama.
Baiq Nuril Maknun. ANT/Dhimas Pratama.

Presiden Tak Perlu Minta Masukan MA Terkait Amnesti

Nasional pencemaran nama baik
Whisnu Mardiansyah • 08 Juli 2019 13:00
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) meminta Presiden Joko Widodo berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat rencana pemberian amnesti kepada terdakwa kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Baiq Nuril. Presiden disebut tak perlu meminta masukan dari MA.
 
Juru bicara MA Andi Samsan Nganro menjelaskan dalam pasal 14 UUD 1945 ayat 2 menyebutkan Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
 
Baca: Ombudsman Dukung Baiq Nuril Ajukan Amnesti

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden memutuskan apakah dikabulkan atau ditolak amnesti itu, terlebih dahulu mendengar pertimbangan atau pendapat dari Dewan Perwakilan Rakyat jadi bukan MA," kata Andi saat jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juli 2019.
 
MA tidak memiliki kewenangan memberikan masukan atau pertimbangan amnesti. Pemberian amnesti merupakan hak prerogratif Presiden.
 
"Yang memberikan pertimbangan atau pendapat sebelum Presiden mengabulkan atau tidak adalah DPR," pungkasnya.
 
Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) mantan guru honorer SMAN 7 Mataram Baiq Nuril Maknun. Presiden Joko Widodo mempersilakan Baiq Nuril mengajukan amnesti (pengampunan).
 
Presiden enggan mengomentari putusan yang dikeluarkan MA. Ia berharap Baiq Nuril segera mengajukan amnesti sehingga Kepala Negara bisa menggunakan kewenangannya.
 
Baca: Hakim Nilai Alasan PK Baiq Nuril Tidak Tepat
 
Presiden juga akan berkonsultasi dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dan Jaksa Agung M Prasetyo, terkait kasus ini. Presiden ketujuh Indonesia akan mencarikan solusi terbaik buat Baiq Nuril.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif