Kuasa hukum Eggi Sudjana, Azzam Khan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kuasa hukum Eggi Sudjana, Azzam Khan, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Kuasa Hukum Tak Diizinkan Besuk Eggi Sudjana

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 22 Mei 2019 14:57
Jakarta: Polisi tak mengizinkan kuasa hukum tersangka kasus makar Eggi Sudjana membesuk kliennya di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Polisi tak mengizinkan karena situasi Siaga 1.
 
"Katanya siaga 1, jadi sementara sampai Sabtu, 25 Mei 2019, belum boleh menjenguk," kata kuasa kukum Azham Khan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Baca: Fadli Zon Sebut Kasus Eggi Sudjana Janggal

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Azham datang bersama tiga orang kuasa hukum lain, Ratih, Sam, dan Djati Saragih. Ia menyebut Polisi tak bisa melarang kuasa hukum mengunjungi klien mereka. Karena, seorang pengacara berhak mendampingi kliennya sesuai Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 69 hingga 70.
 
"KUHAP ini di atas segala-galanya. Undang-undang tertinggi, artinya di bawah Undang-undang Dasar. Maka itu, kami ke sini berdasarkan legalitas," tukas Azham.
 
Azham hanya ingin menanyakan kabar Eggi. Ia juga membawa sejumlah makanan buat politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
"Kita hanya datang untuk menanyakan kondisi, sakit atau enggak, enak atau enggak. Kita berhak sebagai lawyer menanyakan klien kami. Tapi, tidak bisa bertemu, jadi kami menitipkan makanan ke petugas," aku Azham.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus PAN itu dinilai perlu ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak bisa menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.
 
Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno itu juga sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.
 
Baca: Permadi Mengaku Tak Akrab dengan Eggi Sudjana
 
Pada Selasa, 14 Mei 2019, pukul 23.00 WIB, Eggi resmi ditahan. Ia dimasukkan ke dalam Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia terancam penjara seumur hidup.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif