Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto.
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto.

Tim Teknis Kaji Temuan Investigasi Terdahulu

Nasional novel baswedan
Cindy • 01 Agustus 2019 16:16
Jakarta: Tim teknis Polri kembali ke titik awal penyelidikan kasus penyiraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tim fokus mengecek temuan dan hasil investigasi terdahulu.
 
"Semua temuan akan diasesmen kembali," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019.
 
Baca: Cara Tim Teknis Endus Penyerang Novel

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 120 personel Polri yang berada dalam itu akan menindaklanjuti temuan dan rekomendasi tim pencari fakta. Konfirmasi ulang diperlukan untuk efektivitas dan efisiensi tim.
 
"Yang jelas secara komprehensif tim ini disiapkan lebih matang dan lebih mengerucut. Ya semuanya akan kita dalami," ucapnya.
 
Tim teknis juga akan mendalami keterkaitan kasus penyiraman dengan enam kasus besar yang ditangani Novel. Tim teknis akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
 
Novel diserang orang tak dikenal usai salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap sosok pelaku.
 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian membentuk TPF untuk mengungkap kasus ini Selasa, 8 Januari 2019. Pembentukan tim ini adalah rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
 
Setelah enam bulan bertugas, TPF menduga teror terhadap Novel bermotif balas dendam. Kasus korupsi kasus yang ditangani Novel diduga menciptakan dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan.
 
Teror ini kemungkinan besar bisa dilakukan seorang diri. Aktor penyerangan diduga memerintahkan orang lain melakukan aksi. Penyerangan diduga berkaitan dengan enam kasus yang ditangani Novel di KPK.
 
Baca: Istana Ngotot Kasus Novel Tuntas Tiga Bulan
 
TPF mencurigai tiga orang yang diduga kuat berkaitan dengan teror terhadap Novel. Mereka sempat berada sekitar rumah Novel sebelum penyerangan.
 
Satu orang tak dikenal (OTK) mendatangi rumah Novel, Jalan Deposito T8, RT 03/RW 10, Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, pada Rabu, 5 April 2017. Dua OTK lainnya terlihat di Masjid Al-Ihsan, Senin, 10 April 2017.
 

 

(DRI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif