Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

Penerima Suap Proyek Air Minum Kementerian PUPR Diperiksa KPK

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Ilham Pratama Putra • 27 Maret 2019 12:39
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian PUPR hari ini. Ketiganya merupakan penerima suap.
 
Tiga tersangka penerima suap di antaranya Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kusrinah (MWR); dan PPK SPAM Toba I, Donny Sofyan Arifin (DSA).
 
"Mereka diperiksa atas tindak pidana korupsi suap terkait pelaksanaan proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di kementrian PUPR," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, di Jakarta, 27 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk tersangka ARE, KPK juga akan menghadirkan empat saksi. Di antaranya Direktur Utama PT Kalfaz Sadhara, Munzier; Direktur Utama PT Tirta Sarana Mulia Teknologi, Riza Lesmana; pihak CV Aman Makmur yakni Safrian dan pegawai PT Waskita Karya Thomas Aquino Triwijoyo.
 
Baca juga:Bukti Suap Proyek SPAM Menguat
 
Selain ARE, MWR, dan DSA, KPK juga telah menangkap tersangka lainnya, yakni Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN). Tak berhenti di situ, ada pula pihak pemberi suap yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT WKE, Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT TSP, Irene Irma; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.
 
KPK sejauh ini telah menerima pengembalian uang suap dari 59 pejabat Kementerian PUPR. Total uang yang dikembalikan dari para pejabat Kementerian PUPR sebanyak Rp22 miliar, USD148.500, dan SGD28.100. Uang itu dikembalikan ke KPK secara bertahap.
 
Lembaga antirasuah juga telah menyita rumah dan tanah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta emas batangan seberat 500 gram. Kedua aset tersebut disita KPK dari dua pejabat Kementerian PUPR karena diduga fee dari proyek tersebut.
 
Baca juga: Dirut PT WKE Didakwa Menyuap Pejabat Kementerian PUPR
 
Total barang bukti yang disita KPK dalam kasus ini adalah uang Rp3,3 miliar, SGD23.100, dan USD3.200. Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sementara dua proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5.000, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima Rp170 juta.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif