Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto

Bukti Suap Proyek SPAM Menguat

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Juven Martua Sitompul • 12 Februari 2019 10:36
Jakarta: Pengembalian uang suap dari 16 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat bukti suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) milik Kementerian PUPR. Setidaknya 20 proyek SPAM diduga yang jadi bancakan pejabat Kementerian PUPR.
 
"Karena dalam proses penyidikan kemarin kami mengidentifikasi cukup banyak proyek-proyek SPAM di Kementerian PUPR yang diduga terdapat indikasi suap," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Pekan lalu, 13 PPK mengembalikan uang suap SPAM Rp3 miliar. Terakhir, 3 PPK mengembalikan Rp1,7 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga total pengembalian di bulan Februari ini adalah Rp4,7 miliar dari 16 orang PPK," kata Febri.
 
Baca: Perusahaan Penggarap SPAM Berpeluang jadi Tersangka
 
Febri mengatakan uang yang telah dikembalikan dimasukkan dalam berkas perkara para tersangka. Meski tak menghilangkan tindak pidana, KPK menghargai kerja sama 16 PPK tersebut. embaga Antirasuah juga mengingatkan pejabat Kementerian PUPR yang juga menerima suap segera mengembalikan uang tersebut.
 
"Hal tersebut akan menjadi bagian dari berkas perkara dan sikap kooperatif tersebut tentu dihargai secara hukum," ucap dia.
 
Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Direktur Utama PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma; dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo sebagai penyuap.
 
Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kusrinah; Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba I Donny Sofyan Arifin sebagai penerima suap.
 
Baca: KPK Periksa Tiga PNS Kementerian PUPR
 
KPK mengamankan uang Rp3,3 miliar, SGD23.100, dan US$3.200. Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.
 
Sedangkan 2 proyek lain yang juga diatur lelangnya yaitu pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP.
 
Anggiat diduga menerima fee untuk pemulusan proyek-proyek itu sebesar Rp850 juta dan USD5 ribu, Meina menerima Rp1,42 miliar dan USD22 ribu. Kemudian, Nazar menerima Rp2,9 miliar dan Donny menerima 170 juta.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif