Tonny Budiono Dituntut 7 Tahun Penjara
Terdakwa suap Tonny Budiono - MI/Ramdani.
Jakarta: Mantan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono dituntut hukuman tujuh tahun penjara. Ia dinilai bersalah telah menerima suap dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan," kata Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 April 2018. 

Dalam menyusun surat tuntutan, jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan seperti, perbuatan Tonny tidak mendukung program pemerintah dalam menciptakan pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.  


Sedangkan hal yang meringankan yakni, Tonny bersikap kooperatif dan berterus terang selama proses persidangan. Selain itu, ia juga menyesali perbuatannya. 

"Terdakwa juga belum pernah dipidana," lanjut jaksa. 

(Baca juga: Tonny Minta Orang Lain Buka Rekening untuk Tampung Uang Gratifikasi)

Dalam tuntutan, KPK juga mengabulkan permohonan justice collaborator yang diajukan oleh Tonny. 

Tonny menjadi pesakitan di meja hijau setelah tertangkap tangan oleh KPK pada 23 Agustus 2017. Tonny kedapatan menerima uang dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan.

Tonny dinilai menerima suap Rp2,3 miliar dari Adi Putra. Uang itu ia terima secara bertahap melalui kartu ATM pemberian Adi Putra. 

Ia didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain itu, Tonny juga dinilai menerima gratifikasi dari sejumlah pihak senilai Rp19,6 miliar. Uang sebanyak itu diterima dalam bentuk sejumlah mata uang, mulai dari rupiah hingga dollar Amerika Serikat.

Atas perbuatannya, Tonny didakwa melanggar Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(Baca juga: Tonny Kumpulkan Uang Suap Hingga Rp19,6 Miliar)





(REN)