ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Cerita Keluarga dan Pasien Korona Bertahan dari Tekanan

Nasional Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 21 Maret 2020 17:29
Yogyakarta: Menjadi pasien dan keluarga yang terjangkit virus korona membutuhkan perjuangan. Balita berusia 3,8 tahun di Yogyakarta yang sebelumnya positif korona harus berjuang bersama keluarganya hingga sembuh.
 
Ibu balita tersebut menceritakan kronologi sang anak terjangkit virus korona. Mulanya, ibu dan anak itu pergi ke Depok, Jawa Barat, pada 27 Februari 2020. Keduanya pergi bersama nenek, adik, dan seorang sudaranya, menggunakan kereta api dari Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.
 
Sesampainya di Depok, mereka berkunjung ke Masjid Kubah Emas dan Alun-alun depok. Menurut ibu tersebut, rombangan keluarganya ke Depok mengantar salah satu saudara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Lalu kita pulang Senin dini hari lewat (Stasiun) Pasar Senen, kereta jam 6 pagi. Sampai Jogja sore jam 15.30 WIB,” kata ibu tersebut dalam petikan wawancara dengan Humas Pemerintah DIY.
 
Baca: Balita Positif Korona di RSUP Dr Sardjito Dinyatakan Sembuh
 
Sesampainya di Yogyakarta anak tersebut belum ada gejala. Balita tersebut kemudian mengalami demam dengan suhu tubuh hingga 40 derajat celsius pada Sabtu, 7 Maret 2020. Pihaknya sudah berusaha memberikan obat penurun panas, namun hanya turun satu derajat celsius. Sang ibu membawa anaknya ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
 
Oleh dokter, anak tersebut disebut mengalami demam dan perlu diberikan banyak minum, makan, dan obat batuk. Balita tersebut sudah mengalami batuk sebelum pergi ke Depok.
 
“Dokternya bilang batuk alergi. Kalau aktivitasnya tinggi pasti batuk. Batuknya agak sering,” katanya.
 
Keesokan harinya, suhu balita tersebut tidak mengalami perubahan. Ibu tersebut kembali membawa anaknya ke rumah sakit yang sama dan langsung ke poli anak. Pasien tersebut disarankan opnam karena dikhawatirkan mengalami dehidrasi.
 
Ibu tersebut belum menceritakan riwayat mereka bepergian ke Depok. Setelah menceritakan itu, pihak dokter langsung mengambil berbagai tindakan.
 
“Setelah bilang dari Depok, dokter langsung heboh. Dibawa ke IGD, ditanya macam-macam, cek darah, rontgen, lalu diinfus. Anak ini suspect covid-19. Kalau anak tak ada riwayat perjalanan ke daerah yang ada penyebaran virus, bisa jadi tidak. Karena ada riwayat dicurigai seperti itu,” katanya.
 
Balita tersebut lantas dirujuk ke RSUP Dr Sardjito pada Senin, 9 Maret 2020. Pasien langsung masuk ke IGD dan lanjut ke isolasi. Petugas kesehatan kemudian menanyakan riwayat perjalanan pasien dalam 14 hari terakhir. Setelah itu, pihak dokter langsung mengambil sampel darah dan cairan dari balita.
 
Ibu tersebut merasa cemas lantaran pihak rumah sakit tak kunjung memberitahu hasil uji sampel anaknya. Ia mengatakan mengetahui hasil itu dari media sosial.
 
“Hari Kamis hasil sudah keluar, hasilnya enggak cepat-cepat dikasih tahu. Di medsos sudah ramai. Saya dan suami kemudian diisolasi dan di swab,” kata dia.
 
Selama isolasi itu, dia beserta suami terus berusaha menenangkan sang anak. Balita tersebut sempat mengalami ketakutan saat petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) datang melakukan tindakan. Bahkan kondisi itu sempat membuat demam.
 
Dari hasil uji lab, kedua orang tua balita itu dinyatakan negatif virus korona. Begitu pula sang balita dinyatakan negatif virus korona pada 19 Maret 2020, usai kembali dilakukan uji lab dua kali.
 
Baca:Pasien Terjangkit Korona Jadi 450 Orang, 38 Meninggal
 
Menurut dia, pihak dokter harus sesegera mungkin memberitahu hasil uji lab pasien. Minimal, ia menilai agar bisa memberikan ketenangan.
 
“Kalau hasilnya belum tahu itu merasa gelisah. Enggak karuan rasanya. Kita juga cepat tahu hasilnya lebih tenang,” ujarnya.
 
Ia menambahkan, balita tersebut kini sudah beraktivitas normal dan aktif bergerak. Balita tersebut dikabarkan sudah minum obat dan lahap untuk makan.
 
Baca: Balita Dalam Pengawasan Diisolasi RSUP Dr Sardjito
 
Hingga kini, balita serta dua orang tua itu diminta mengisolasi diri hingga empat hari usai pulang dari rumah sakit. Pihak dokter juga berpesan agar balita dan kedua orang tua tersebut memenuhi kebutuhan makanan bergizi dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh.
 
“Bagi pasien yang mengalami covid, terus berdoa. Menjaga kekebalan imun, konsumsi vitamin. Kalau daya tahan turun, tidak baik dan bisa mengganggu,” pesannya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif