NEWSTICKER
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito saat memberikan keterangan pers. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito saat memberikan keterangan pers. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

TNI Fokus Tangani Korban Helikopter MI-17

Nasional helikopter hilang kontak
Roylinus Ratumakin • 17 Februari 2020 14:08
Jayapura: Sejumlah senjata api milik para penumpang Helikopter MI-17 yang jatuh di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, belum ditemukan. Kodam XVII/Cenderawasih meyakini senjata-senjata tersebut ada pada masyarakat yang pertama kali menemukan titik jatuhnya helikopter.
 
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan, saat ini pihaknya masih fokus untuk mengembalikan jenazah penumpang helikopter ke keluarga.
 
“Masalah senjata urusan nanti. Kami masih mengurus jenazah para korban ke kampung halamannya,” kata Ganip Warsito, di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin, 17 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganip yakin Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih dapat membantu menemukan senjata-senjata api yang hilang di sekitar lokasi jatuhnya Helikopter MI-17.
 
“Apabila tidak ditemukan, saya khawatir akan disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin berbuat kejahatan,” ujarnya.
 
Kapoda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengungkapkan pihaknya sudah mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mengembalikan barang-barang (senpi) milik para korban.
 
“Kami juga meminta para tokoh-tokoh agama, adat, dan pemuda untuk membantu kami menemukan semua barang (senpi) milik dari anggota TNI yang menjadi korban,” katanya.
 
Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Herman Asaribab menambahkan, tim evakuasi tidak menemukan senpi milik korban di lokasi jatuhnya helikopter.
 
“Senjatanya sudah tidak ada. Informasinya (diamankan) masyarakat yang berburu. Kami akan melakukan pendekatan agar senjata itu dikembalikan," ungkap Asaribab.
 
Asaribab menjelaskan ada 11 senjata api yang dibawa oleh korban. Di antaranya tujuh pucuk senjata api laras panjang SS1, tiga pistol, dan 1 pelontar granat alias GLM.
 
Helikopter MI-17 Penerbad Nomor Registrasi HA 5138 sebelumnya dinyatakan hilang pada 28 Juni 2019. Helikopter itu hilang kontak ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan penurunan logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang.
 


 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif