Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Irwandi Yusuf Diberhentikan dari Jabatan Gubernur Aceh

Nasional pemerintah daerah presiden jokowi
Antara • 15 Oktober 2020 12:47
Banda Aceh: Wakil Ketua I DPR Aceh, Dalimi, mengatakan Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian Irwandi Yusuf dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh 2017-2022.
 
Keppres tersebut sudah diterima pimpinan DPR Aceh, kemudian ditindaklanjuti melalui rapat paripurna mengumumkan pemberhentian serta mengangkat Nova Iriansyah menjadi Gubernur Aceh definitif.
 
"Tanggal 12 Agustus saya sudah melihat surat keputusan itu di ruang Wakil Ketua III DPRA," kata Dalimi, di Banda Aceh, Aceh, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, sejak diterimanya surat keputusan Presiden, DPR Aceh belum memproses. Bahkan agenda paripurna belum dijadwalkan hingga hari ini.
 
Baca:Pesta Narkoba, 3 Pejabat Pemkab Aceh Tenggara Ditangkap Usai Dugem
 
Dalimi mengaku tidak mengetahui tindak lanjut dari Keppres tersebut. Semestinya setelah Keppres diterima, harus segera diumumkan dan dibacakan dalam paripurna.
 
"Pertanyaannya kenapa lembaga belum melakukan hal itu, kenapa tidak ditindaklanjuti," ujarnya.
 
Dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) pasal 23 ayat (1) huruf d disebutkan, DPR Aceh memiliki tugas serta kewenangan mengusulkan pengangkatan atau pemberhentian Gubernur atau Wakil Gubernur kepada Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri.
 
"Di UUPA, dimulai dari Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota, diangkat dan diberhentikan itu prosesnya harus di DPRA/DPRK kalau kita di Aceh," ujar politikus Partai Demokrat itu.
 
Baca:Kadisdik Jabar Ditunjuk Jadi Pjs Wali Kota Depok
 
Mengenai tindaklanjut Keppres itu, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin hingga kini belum memberikan keterangan.
 
Seperti diketahui, Irwandi Yusuf diberhentikan dari jabatannya karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana otonomi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018
 
Mahkamah Agung pada putusan kasasi menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dengan denda Rp300 juta serta subsider tiga bulan kurungan terhadap mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu. Saat ini, Irwandi masih berada dalam tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif