Salah seorang peternak ayam petelur Jali (50) di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021) pada saat mempersiapkan ayam petelur miliknya untuk dijual. (ANTARA/Vicki Febrianto)
Salah seorang peternak ayam petelur Jali (50) di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021) pada saat mempersiapkan ayam petelur miliknya untuk dijual. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Ketimbang Mati, Peternak di Semeru Terpaksa Jual Ayam Petelur

Antara • 09 Desember 2021 16:20
Lumajang: Peternak ayam petelur di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terpaksa menjual ayam petelur yang masih produktif. Pasalnya kandang ayam rusak terdampak awan panas guguran Gunung Semeru, sehingga dikhawatirkan mati tidak terawat.
 
"Kondisinya seperti ini, hancur tertimpa bencana. Daripada ayam-ayam ini mati, saya jual," kata seorang peternak ayam petelur di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Jali, 50, Kamis, 9 Desember 2021.
 
Jali mengaku memiliki kurang lebih 700 ekor ayam petelur yang saat ini masih produktif. Ayam petelur tersebut baru berproduksi kurang lebih dua bulan. Ia terpaksa menjual ayam tersebut dengan harga murah.

Ayam-ayam milik Jali dijual seharga Rp35.000 per ekor untuk disembelih. Ayam tersebut dijual karena Jali tidak lagi mampu merawat ayam-ayam itu.
 
Baca: Update 9 Desember, Korban Tewas Erupsi Semeru jadi 43 Orang
 
Jali memilih ayamnya dijual ketimbang mati karena tidak terawat. Dia berharap 700 ekor ayam tersebut bisa laku, agar ia dan keluarganya mendapatkan pemasukan karena terdampak erupsi Gunung Semeru.
 
"Bagi saya yang paling penting bisa terjual, daripada terlantar ayam-ayam itu. Nanti dapat uang sedikit-sedikit untuk membayar hutang," ujarnya.
 
Ia menambahkan, saat ini ada seseorang yang membeli sejumlah ayam petelur miliknya itu. Seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut memberikan uang senilai Rp2,1 juta.
 
Sang pembeli berpesan agar Jali membagikan ayam yang dibelinya itu kepada warga yang membutuhkan dan terdampak abu Gunung Semeru.
 
Baca: Hujan Bikin Rumah-rumah di Kamar Kajang Terendam Material Semeru
 
“Tadi yang laku Rp2,1 juta itu, pesan pembelinya untuk dibagikan sama orang yang membutuhkan dan tertimpa bencana. Ini amanah, saya akan melaksanakannya,” ujarnya.
 
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran pada 4 Desember 2021 yang mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kurang lebih pukul 15.20 WIB.
 
Kawasan Umbulan di Dusun Sumbersari terdampak letusan Gunung Semeru cukup parah. Tercatat ada 20 hektare lahan pertanian yang rusak dan puluhan rumah mengalami rusak berat. Selain itu, ratusan warga juga harus mengungsi akibat bencana tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan