Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor menandatangani surat pernyataan deklarasi pembentukan calon provinsi Bomberay Raya dan calon kabupaten Kuri Wamesa. (ANTARA/HO-Zack Tonu B)
Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor menandatangani surat pernyataan deklarasi pembentukan calon provinsi Bomberay Raya dan calon kabupaten Kuri Wamesa. (ANTARA/HO-Zack Tonu B)

Masyarakat Wondama Deklarasikan Bomberay Raya Jadi Calon Provinsi Baru

Antara • 25 Juni 2022 09:32
Wasior: Pemerintah bersama elemen masyarakat adat Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mendeklarasikan calon provinsi baru Bomberay Raya, dan calon kabupaten baru Kuri Wamesa.
 
Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Wondama Adrian Worengga menyatakan pembentukan dua DOB itu mendesak dilakukan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan, juga pembangunan sehingga bisa mempercepat kesejahteraan masyarakat Papua di wilayah adat Bomberay.
 
"Untuk mengatasi kesenjangan sosial ekonomi dan budaya, perlu ada percepatan pembangunan di wilayah adat Bomberay dengan jalan mendekatkan pusat pemerintahan provinsi melalui pemekaran provinsi Bomberay Raya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka peluang kerja dan meningkatkan minat investasi," kata Worengga, Sabtu, 25 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam acara deklarasi yang berlangsung di Taman Masasoya Topai Wasior itu, hadir para pejabat di lingkungan Pemkab Wondama, di antaranya Bupati Hendrik Mambor, Wakil Bupati Andarias Kayukatuy serta Ketua DPRD Herman Sawasemariai.
 
Baca juga: Ditetapkan, Ini Ibu Kota Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan

Juga ikut hadir Wakapolres Teluk Wondama Kompol Wem Tiwo, Ketua Klasis GKI Wondama Pendeta Rosalie Wamafma, Danramil Wasior Mayor Arm Soewondo, Kasdim BKO Kodim Persiapan serta sejumlah ketua paguyuban daerah.
 
Calon provinsi Bomberay Raya meliputi empat kabupaten di Provinsi Papua Barat yaitu Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Fakfak dan Kaimana.
 
Kesamaan latar belakang budaya serta ikatan emosional sebagai satu rumpun suku besar menjadi alasan dasar sekaligus faktor pendorong lahirnya keinginan membentuk provinsi tersendiri.
 
"Kitorang (kita orang) ini satu suku besar Kuri Wamesa. Jadi kitorang tidak bisa ke mana-mana. Kita kembali kepada mama, kembali kepada ibu. Dari zaman pemerintahan Belanda sampai hari, satu latar belakang suku," ucap Bupati Mambor.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif