Jakarta: DKI Jakarta dilanda masalah kualitas udara yang memburuk. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bahkan berharap perusahaan swasta dapat menerapkan sistem work from home (WFH) untuk menekan polusi udara.
Heru mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mewajibkan sistem WFH secara bergantian. Namun menurutnya, hal serupa sulit diterapkan untuk perusahaan swasta.
"Mudah- mudahan swasta dari tingkat pusat bisa menetapkan itu. Ya kayak (pandemi) covid-19 saja," tutur Heru usai rapat terbatas penanganan polusi udara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 14 Agustus 2023.
Lantas, apa saja kota yang memiliki tingkat polusi udara tertinggi di dunia? Apakah Jakarta ada di peringkat pertama?
Perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAir merilis daftar kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Nyatanya dalam ranking langsung tersebut, Jakarta menempati posisi ke-7. Namun, kualitas udaranya tetap berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Daftar Kota Berpolusi Udara Terburuk di Dunia
Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia menurut IQAir, Selasa, 15 Agustus 2023:
1. Dhaka, Bangladesh (tidak sehat)
2. Kuching, Malaysia (tidak sehat)
3. Kolkata, India (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
4. Lahore, Pakistan (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
5. Doha, Qatar (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
6. Dubai, Uni Emirat Arab (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
7. Jakarta, Indonesia (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
8. Lima, Peru (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
9. Delhi, India (sedang)
10. Riyadh, Arab Saudi (sedang)
Daftar kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Foto: IQAir
Sebagai informasi, polusi udara sendiri merupakan campuran kompleks dari partikel padat, tetesan cairan, serta gas yang berasal dari sejumlah sumber seperti pembakaran bahan bakar rumah tangga, asap industri, asap kendaraan, pembakaran limbah, praktik pertanian, pembangkit listrik, dan lainnya.
Masyarakat yang tinggal di kota dengan tingkat polusi udara tinggi rentan terkena berbagai jenis penyakit di antaranya infeksi saluran pernapasan (ISPA), penyakit kardiovaskular, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit kulit, dan lainnya.
Jakarta: DKI Jakarta dilanda masalah
kualitas udara yang memburuk. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bahkan berharap perusahaan swasta dapat menerapkan sistem work from home (
WFH) untuk menekan polusi udara.
Heru mengatakan Pemerintah Provinsi (
Pemprov) DKI akan mewajibkan sistem WFH secara bergantian. Namun menurutnya, hal serupa sulit diterapkan untuk perusahaan swasta.
"Mudah- mudahan swasta dari tingkat pusat bisa menetapkan itu. Ya kayak (pandemi) covid-19 saja," tutur Heru usai rapat terbatas penanganan polusi udara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 14 Agustus 2023.
Lantas, apa saja kota yang memiliki tingkat
polusi udara tertinggi di dunia? Apakah Jakarta ada di peringkat pertama?
Perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAir merilis daftar kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Nyatanya dalam ranking langsung tersebut, Jakarta menempati posisi ke-7. Namun, kualitas udaranya tetap berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Daftar Kota Berpolusi Udara Terburuk di Dunia
Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia menurut IQAir, Selasa, 15 Agustus 2023:
1. Dhaka, Bangladesh (tidak sehat)
2. Kuching, Malaysia (tidak sehat)
3. Kolkata, India (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
4. Lahore, Pakistan (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
5. Doha, Qatar (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
6. Dubai, Uni Emirat Arab (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
7. Jakarta, Indonesia (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
8. Lima, Peru (tidak sehat untuk kelompok sensitif)
9. Delhi, India (sedang)
10. Riyadh, Arab Saudi (sedang)
Daftar kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Foto: IQAir
Sebagai informasi, polusi udara sendiri merupakan campuran kompleks dari partikel padat, tetesan cairan, serta gas yang berasal dari sejumlah sumber seperti pembakaran bahan bakar rumah tangga, asap industri, asap kendaraan, pembakaran limbah, praktik pertanian, pembangkit listrik, dan lainnya.
Masyarakat yang tinggal di kota dengan tingkat polusi udara tinggi rentan terkena berbagai jenis penyakit di antaranya infeksi saluran pernapasan (ISPA), penyakit kardiovaskular, asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit kulit, dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)