Warga melihat areal pertambangan pasir yang tertimbun material vulkanis di Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (Foto: MI/Bagus Suryo)
Warga melihat areal pertambangan pasir yang tertimbun material vulkanis di Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (Foto: MI/Bagus Suryo)

Update 8 Desember, 4 Korban Semeru Ditemukan, Total 39 Tewas

Nasional gunung semeru Jawa Timur Gunung Semeru Meletus Gunung Semeru Erupsi korban erupsi Gunung Semeru
Amaluddin • 08 Desember 2021 19:14
Lumajang: Tim SAR gabungan kembali menemukan korban erupsi Gunung Semeru di kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada hari kelima pencarian, Rabu, 8 Desember 2021, sebanyak empat orang dalam kondisi meninggal. Kini total korban tewas 39 orang.
 
"Empat korban ini ditemukan di Dusun Curah Kobokan," kata Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna, dikonfirmasi, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Wayan mengatakan, korban pertama dan kedua diketahui berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dievakuasi pukul 06.00 WIB. Sementara korban ketiga, berjenis kelamin laki-laki (anak-anak) dievakuasi pada pukul 09.45 WIB. Korban keempat, berjenis kelamin laki-laki, dievakuasi pada pukul 10.45 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan ke titik aman, keempat jenazah korban dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk proses diidentifikasi," ujarnya. 
 
Baca: 2 Kecamatan di Lumajang Masih Terkubur Abu Semeru
 
Wayan mengaku ada penambahan jumlah korban meninggal pada Selasa, 7 Desember 2021, yakni satu korban luka, Suliadi, 49, yang dirujuk ke RSUD Soebandi Jember meninggal. Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat bencana guguran awan panas gunung Semeru menjadi 39 orang.
 
Sementara pada hari kelima setelah bencana ini, kata Wayan, sebanyak tiga Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk melakukan pencarian korban di tiga sektor. Pencarian dilakukan dengan peralatan ringan, seperti cangkul, sekop dan gergaji mesin.
 
SRU satu yang terdiri dari 150 orang melakukan pencarian di sektor A, yaitu di dusun Curah Kobokan. SRU dua yang terdiri dari 125 orang melakukan pencarian di sektor B, yaitu di daerah Tambang Haji Satuhan.
 
Baca: Terimbas Abu Semeru, Petani Cabai Supiturang Panen Dini
 
"SRU tiga terdiri dari 80 orang melakukan pencarian di sektor C, yaitu di dusun Kebondeli dan kampung Renteng," katanya.
 
Wayan mengaku, ada kendala yang dihadapi saat proses pencarian, yaitu kendaraan berat tidak dapat masuk ke sektor B. Ini lantaran akses menuju kedua sektor tertutup oleh tumpukan pasir, dan tanah yang terbawa banjir, pada Selasa malam.
 
"Kendala lainnya, karena kondisi cuaca mendung di siang hari dan secara visual, puncak gunung Semeru tertutup awan tebal. Sehingga, upaya pencarian sempat dihentikan sementara demi semua personel yang terlibat dalam pencarian," ujarnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif