Pantai Tlangoh di Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. Istimewa
Pantai Tlangoh di Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. Istimewa

Wisata Pantai Tlangoh Bangkalan Tingkatkan Ekonomi Desa

Nasional Pariwisata
Al Abrar • 05 Januari 2021 15:14
Bangkalan: Pantai Tlangoh di Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur kembali dibuka. Menariknya pantai sepanjang dua kilometer disulap memiliki beraneka spot foto dan meingkatkan perekonomian desa.
 
Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat mengatakan, selain dilengkapi spot foto menarik, pantai juga dilengkapi fasilitas payung untuk berteduh, fasilitas berendam, dan toilet. Pantai juga punya puluhan warung makan dan minum yang siap melayani pengunjung.
 
“Konsepnya memang wisata keluarga. Anak-anak bebas bermain, orang tua mengawasi dan menikmati,” kata Kudrotul.
 
Menurut Kudratul, Pantai Tlangoh juga memiliki petugas kebersihan dan penjaga pantai. Tugasnya untuk menjaga keamanan dan kebersihan serta memastikan tidak ada yang berbuat tak senonoh di Pantai Tlangoh.
 
“Boleh saja datang bawa pacar. Tapi jangan macam-macam. Kami punya petugas penjaga pantai yang mengawasi perilaku pengunjung,” kata Kudrotul.
 
Menurut Kudrotul, Pantai Tlangoh sebenarnya sudah terkenal sejak lama karena diyakini punya khasiat bisa menyembuhkan segala penyakit. Mereka yang ingin sembuh dari sakit gatal-gatal hingga stroke biasanya berendam sejak pagi hingga matahari bersinar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mereka baru boleh mandi air tawar setelah air hasil berendam menguap tuntas atau bersih,” kata Kundrotul.
 
Masalahnya, kepopuleran Pantai Tlangoh tidak bisa membangkitkan perekenomian warga. Lebih dari itu pantai ini dipenuhi sampah. 
 
Nasib Pantai Tlangoh yang merana itulah yang membuat Kades dan pemuda desa mulai berpikir untuk menjadikan sebagai objek wisata. 
 
“Karena itulah kami di awal tahun 2020 mendiskusikan dengan PHE WMO. Ternyata mendapat sambutan, dan bahkan dukungan serta bimbingan,” kata Kudrotul.
 
Destinasi wisata baru ini dibuka sekitar 7 bulan lalu, atau tepatnya sekitar Mei 2020. Dibuka justru saat pandemi Covid-19 terjadi. 
 
“Covid-19 tidak menghalangi semangat anak-anak muda di Desa Tlangoh untuk bangkit," ungkap Kudratul. 
 
Berkat dukungan PHE WMO, perangkat desa yang dipimpin oleh Kades kini bahu-membahu dengan kelompok sadar wisata, dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan. 
 
Kini setidaknya ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini, mulai jadi penjaga pantai, petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toilet, penjaga warung hingga pemilik warung. 
 
“Kami masih menabung untuk menambah wahana foto selfie dan mengembangkan permainan laut seperti parasailing, banana boat dan sejenisnya,” kata Kudrotul.
 
 
Halaman Selanjutnya
General Manager PHE WMO Dwi…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif