Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Benda.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Benda.

827 KK di Benda Tangerang Terdampak Banjir

Nasional banjir bencana alam Bencana Banjir Kota Tangerang
Hendrik Simorangkir • 19 Januari 2022 18:41
Tangerang: Sebanyak 827 kepala keluarga (KK) terdampak banjir sedalam 60 sentimeter di wilayah Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Penyebab banjir lantaran kondisi saluran di bawah tol JORR II tidak memadai untuk menampung debit air.
 
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah memerinci di Kelurahan Juru Mudi Baru sebanyak 477 KK terdampak. Kemudian di Kelurahan Belendung ada 2 RT dengan 50 KK terdampak dan Kelurahan Juru Mudi ada 300 KK. 
 
"Totalnya 827 KK yang terdampak. Salurannya tol semuanya buang ke permukiman masyarakat. Bukannya dipisah, malah ini jadi satu saluran ke masyarakat. Jadinya banjir di sini," katanya, Rabu, 19 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arief menuturkan wilayah yang terdampak banjir tersebut langsung bersebelahan dengan DKI Jakarta. Meski demikian, dampak dari kegiatan tol JORR II yang mengakibatkan banjir hanya berimbas pada wilayahnya saja. 
 
Baca juga: Guru-Siswa MAN 2 Kota Malang Positif Covid-19 Jadi 11 Orang
 
"Kita sedang telusuri, karena tadi dilihat hanya di depan Kecamatan Benda saja yang ada saluran, dan ini kondisinya penuh. Kan ini perbatasan, seberang sudah Jakarta dan ini Tangerang. Tapi dibuangnya semua ke sini," kata dia.
 
Menurut Arief, wilayah terparah terdampak banjir berada di Kelurahan Juru Mudi ada di kawasan Rawa Bamba. Di daerah itu belum pernah terdampak banjir sebelum pengerjaan tol JOR II. 
 
"Dulu enggak pernah banjir. Sejak tol beberapa tahun ini ada, diuruk lalu salurannya tidak dikendalikan, makanya mereka akhirnya terdampak setinggi 60 sentimeter," ucap dia.
 
Arief menambahkan saat ini ada 29 KK yang telah diungsikan ke posko yang telah didirikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Puluhan KK tersebut, lanjutnya, dari satu kelurahan di wilayah Benda.
 
Baca juga: Polisi Diminta Transparan Soal Tewasnya 5 Orang di Gorong-gorong Tangerang
 
Ia memastikan bakal berkoordinasi dengan pengelola tol dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terkait banjir tersebut. Arief menegaskan saat pembangunan, seharusnya pengelola tol sudah menyiapkan analisis dampak lingkungan.
 
Dia berharap dalam waktu dekat ada tindak lanjut dari pengelola tol, dan Kementerian PU, agar masalah banjir bisa diatasi. Saat ini, imbuh Arief, pihaknya telah menambah pompa untuk menyedot genangan.
 
"Kita tambah pompa, kita sedot semua dipercepat. Semoga setelah kita menambah pompa jadi bisa mempercepat. Kondisi pembuangannya juga masih terbatas," tutupnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif