Dirut RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado, Jimmy Panelewen dan Kapolda Sulut, Irjen Mulyatno, saat press confrence kematian bo Senin (24/1),
Dirut RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado, Jimmy Panelewen dan Kapolda Sulut, Irjen Mulyatno, saat press confrence kematian bo Senin (24/1),

Bocah Diduga Korban Kekerasan Seksual di Manado Meninggal Dunia

Media Indonesia.com • 24 Januari 2022 18:31
Manado: CT, bocah perempuan diduga korban kekerasan seksual di Kota Manado, Sulawesi Utara, meninggal dunia Senin pagi, 24 Januari 2022. CT dirawat di Rumah Sakit Umum Prof (RSUP) Kandou Malalayang, Manado, hampir sebulan.
 
"Kematian disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," kata Dirut RSUP Prof. Kondou Malayang, Jimmy Penelewen saat jumpa pers bersama Kapolda Sulut, Irjen Mulyatno, Senin, 24 Januari 2022.
 
Jimmy menjelaskan, ada dua hal yang berbeda, antara dugaan tindak pidana kekerasan seksual dan pasien mengalami kanker darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Justru kematian korban disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," ujar Jimmy.
 
Baca: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Bocah di Manado
 
Pada kesempatan itu ia menambahkan, ia yang menerima pasien CT saat datang pada 29 Januari 2021 pukul 01.00 Wita, pasien CT datang dengan keluhan perdarahan dan disertai membawa surat permintaan visum dari kepolisian.
 
"Saat pemeriksaan saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan disertai dengan adanya perdarahan di sekitar kemaluan. Kami juga melanjutkan dengan VER dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput darah, dimana robekan yang sifatnya sudah lama," katanya.
 
Perawatan pasien ini dilanjutkan rawat di Bagian Anak di ruang ICU, karena kondisinya berada di bawah penurunan kesadaran, dimana HB-nya hanya 1,8 dan itu akibat perdarahan yang sudah berlangsung lama.
 
"Pasien dilanjutkan perawatan di Bagian Anak, dan ada temuan-temuan diduga mengarah pada penyakit leukemia. Dan itu yang kami pikirkan sebagai penyebab perdarahan di vagina atau haid tidak bisa berhenti, perdarahan berlangsung terus tidak berhenti akibat ada kelainan darah," katanya.
 
Baca: NasDem Berharap Kasus Pelecehan Seksual Anak di Manado Diusut Tuntas
 
Terkait robekan di selaput darah, tim dokter ahli pada kesempatan itu pula menjelaskan bahwa, selain aktifitas seksual, hal itu juga bisa disebabkan karena aktivitas lainnya seperti olah raga atau karena mengalami kecelakaan/terjatuh.
 
Tim Dokter juga memantau lebam-lebam yang dialami pasien berpindah-pindah, sehingga disimpulkan pasien CT mengalami leukemia. 
 
Kondisi pasien sebelum meninggal, mengalami demam, pucat dan mata kabur, secara menyeluruh terjadi perdarahan di bola matanya dan sudah diberikan transfusi darah namun kondsi pasien semakin memburuk dan dinyatakan meninggal.
 
Kapolda Sulut Irjen Mulyatno, pada kesempatan itu menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita yang dalam. "Saya Kapolda Sulawesi Utara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah adik CT. Ini merupakan tantangan buat kami untuk mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual ini," ujar Irjen Mulyatno.
 
Polda Sulut dan Polresta Manado katanya menaruh perhatian yang sangat serius terhadap kasus ini. "kita akan terus melakukan upaya-upaya intensif guna mengungkap kasus ini," tegasnya.nsif guna mengungkap kasus ini," tegasnya. (Voucke Lontaan)
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif