Kupang: Bupati Alor, Amon Djobo, menyatakan akan melepas jabatannya sebagai bupati jika ada warganya yang meninggal terkonfirmasi covid-19, karena menghadiri acara tahunan Expo Alor ke-14 dan Alor Karnaval ke-7.
"Ya, saya pastikan jika ada tiga sampai empat orang yang terkena covid-19 kemudian kristis dan meninggal dan itu terpapar dari area Expo maka saya akan berhenti dari jabatan saya," kata Amon, di Alor, Nusa Tenggara Timur, melansir Antara, Rabu, 30 September 2020.
Dia menegaskan, sudah memikirkan segala aspek gelaran Expo. Dia menerangkan, Expo dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19.
"Saya dapat pesan dari beberapa orang melalui SMS. Mereka menyatakan bahwa setiap bulan dapat BLT Rp600 ribu per bulan, tetapi selama Expo dalam satu hari para penjual dapat keuntungan sebesar Rp1 juta," tambah dia.
Baca: Diperiksa Polisi, Wakil Ketua DPRD Tegal Diberondong 56 Pertanyaan
Hal ini membuktikan, kata dia, walaupun di tengah pandemi perekonomian harus tetap berjalan. Sehingga warga bisa menghidupi keluarganya.
"Lagi pula ini kegiatan untuk menyejahterakan masyarakat, bukan untuk mencelakai masyarakat. Lagi pula ini hajatannya pemerintah dan masyarakat hanya terlibat di dalamnya saja," ujar dia.
Expo semula akan berakhir pada Sabtu, 3 Oktober 2020, namun diperpendek menjadi Kamis, 1 Oktober 2020. Dia mengaku, memperpendek waktu Expo bukan karena pandemi covid-19, melainkan demi para petani yang turut dalam Expo tersebut.
"Tetapi kita mempersiapkan masyarakat kita untuk masa tanam, karena nanti kan mereka harus kembali lagi ke kampung-kampung," tandasnya.
Kupang: Bupati Alor, Amon Djobo, menyatakan akan melepas jabatannya sebagai bupati jika ada warganya yang meninggal terkonfirmasi
covid-19, karena menghadiri acara tahunan Expo Alor ke-14 dan Alor Karnaval ke-7.
"Ya, saya pastikan jika ada tiga sampai empat orang yang terkena covid-19 kemudian kristis dan meninggal dan itu terpapar dari area Expo maka saya akan berhenti dari jabatan saya," kata Amon, di Alor, Nusa Tenggara Timur, melansir
Antara, Rabu, 30 September 2020.
Dia menegaskan, sudah memikirkan segala aspek gelaran Expo. Dia menerangkan, Expo dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19.
"Saya dapat pesan dari beberapa orang melalui SMS. Mereka menyatakan bahwa setiap bulan dapat BLT Rp600 ribu per bulan, tetapi selama Expo dalam satu hari para penjual dapat keuntungan sebesar Rp1 juta," tambah dia.
Baca: Diperiksa Polisi, Wakil Ketua DPRD Tegal Diberondong 56 Pertanyaan