Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Relawan Vaksin Covid-19 Merasa Sering Lapar

Nasional Virus Korona vaksin covid-19
Media Indonesia.com • 13 Oktober 2020 12:44
Bandung: Salah seorang relawan uji vaksin covid-19 buatan Sinovac, Herlina Agustin, mengaku tidak merasakan perbedaan setelah disuntik. Ibu tiga anak ini, tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri menjadi relawan.
 
"Sudah dua kali disuntik, sekarang tinggal menunggu hasil tes darah," kata Herlina, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Dia mengaku usai menjalani penyuntikkan vaksin yang pertama maupun kedua, tidak merasakan perbedaan. Kekhawatiran akan efek samping cairan tersebut ternyata tidak terbukti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang saya rasakan sih gitu, enggak ada perbedaan apa-apa," ujarnya.
 
Namun, menurutnya terdapat sedikit perbedaan terkait nafsu makan. Dia mengaku menjadi lebih cepat lapar.
 
"Mungkin semua vaksin juga begitu kan ya, bikin cepat lapar. Tapi secara umum biasa saja, enggak kerasa apa-apa," katanya.
 
Herlina tetap beraktivitas seperti biasa. Dia menerangkan, tim dokter uji klinis vaksin pun tidak memberikan batasan aktivitas.
 
"Dokter tidak melarang apa-apa, bahkan membolehkan saya ke luar kota. Yang penting kalau ada apa-apa, kita segera laporan, kayak ngisi buku harian," ucapnya.
 
Baca:Baru 200-an Relawan Disuntik Vaksin Covid-19

Herlina mengakui dirinya tidak mengetahui cairan yang disuntikkan padanya, apakah vaksin atau hanya plasebo. Dia hanya berharap vaksin yang tengah diujicoba menghasilkan antibodi.
 
"Yang penting vaksinnya berhasil, bisa menimbulkan antibodi," ujarnya.
 
Setelah menjalani dua kali penyuntikkan vaksin dan sekali pengambilan darah, Herlina akan menjalani pengetesan sampel darah pada Desember mendatang.
 
"Mudah-mudah pas dites nanti darah saya ada antibodinya," ucapnya.
 
Meski begitu, alumnus Universitas Padjajaran ini menilai masyarakat jangan mengandalkan vaksin dalam mencegah penyebaran suatu penyakit. Menurutnya, kebersihan dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas jika manusia ingin terjaga dan tetap sehat hidupnya.
 
"Percuma kita ada vaksin, tapi lingkungan kita kotor dan rusak, ya kehidupan kita tetap terancam juga," tegasnya.
 
Baca:Risiko dan Keuntungan Jadi Relawan Uji Klinis
 
Herlina menerangkan, kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan sesama manusia sudah lama dilakukan. Sejak remaja, dirinya sudah terlibat aktif dalam organisasi sosial.
 
"Sampai sekarang saya cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan," imbuhnya.
 
Bahkan, selain menjadi relawan uji klinis vaksin ini, Herlina bersama keluarganya terlibat dalam donor mata. Dia mengaku, bersama suami dan tiga anaknya telah membuat perjanjian.
 
"Jika nanti meninggal akan menyumbangkan kornea mata bagi siapa saja yang membutuhkan," tukasnya.
 
(LDS)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif