Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu (Foto: ANTARA/Mario Sofia Nasution)
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu (Foto: ANTARA/Mario Sofia Nasution)

Bupati Agam Tersangka Ujaran Kebencian

Nasional ujaran kebencian
Antara • 11 Agustus 2020 13:02
Padang: Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat menetapkan Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto, sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR Mulyadi melalui akun Facebook palsu Mar Yanto.
 
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu mengatakan surat penetapan tersangka Indra Catri dan Martias Wanto sudah diserahkan kepada yang bersangkutan.
 
"Surat penetapan tersangka sudah disampaikan kepada yang bersangkutan Senin, 10 Agustus 2020," kata Bayu, Selasa, 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan penetapan tersangka Indra Catri dan Martias Wanto merupakan hasil pendalaman dari tiga tersangka sebelumnya, yaitu Edi Syofiar seorang aparatur sipil negara (ASN), Robi Putra pegawai honorer di Kabupaten Agam, serta Rozi Hendra dari swasta.
 
Indra Catri dan Martias dijadikan tersangka usai polisi melakukan penyidikan dan mengambil keterangan dari sejumlah ahli. Mulai dari ahli bahasa, ahli IT, kriminolog, dan lainnya.
 
Baca juga:Ridwan Kamil Pastikan Jabar Nihil Zona Merah Covid-19
 
Hasil gelar perkara di Bareskrim Polri pada Jumat, 7 Agustus 2020, Indra Catri dinyatakan sebagai tersangka berdasarkan surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tertanggal 10 Agustus 2020. Sedangkan Martias Wanto berdasarkan berdasarkan surat tap/32/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tertanggal 10 Agustus 2020.
 
"(Keduanya) belum ditahan, ini kan baru penetapan. Nanti akan dilakukan pemeriksaan dan lanjutannya nanti kita tunggu perkembangan," ungkapnya.
 
Sementara itu kuasa hukum Indra Catri dan Martias Wanto, Rianda Sepriasa, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum berkomunikasi dengan Indra Catri.
 
"Kemarin saya ketemu dengan Martias Wanto dan mengatakan dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami tentu harus bertemu dulu untuk mengambil langkah selanjutnya," ungkapnya.
 
Baca juga:Penyeludupan BBM Subsidi di Ternate Digagalkan
 
Kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR Mulyadi berdasarkan laporan Refli Irwandi, 40, pada Kamis, 4 Mei 2020 dengan nomor laporan LP/191/V/2020/SPKT Sbr atas akun Facebook Mar Yanto yang diduga akun bodong.
 
Tersangka Eri Syofiar sebelumnya membuat akun palsu di Facebook dengan nama Mar Yanto. Lalu tersangka Robi Putra bertugas mengunggah konten, dan tersangka Rozi Hendra sebagai pemasok foto.
 
Melalui akun Mar Yanto, foto Mulyadi disandingkan dengan seorang perempuan. Kepada penyidik, tersangka mengaku melakukan itu memang untuk merusak nama baik Mulyadi, atas perintah Indra dan Martias.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif