Pelaku pembunuhan janda sekaligus guru les piano di Jember diringkus (Foto / Metro TV)
Pelaku pembunuhan janda sekaligus guru les piano di Jember diringkus (Foto / Metro TV)

Kronologis Pembunuhan Guru Les Piano di Jember

Clicks.id • 20 Januari 2022 10:17
Jember: Berawal dari servis televisi, pria berinisial DPH, 31, membunuh guru les piano, Prita Hapsari, pada Selasa, 18 Januari 2022. Peristiwa itu terjadi di dalam rumah, di Jalan Wijaya Kusuma Nomor 44, Lingkungan Kampoeng Osing, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
 
Tiga hari sebelumnya, Prita meminta bantuan DPH untuk memperbaiki televisi. Namun pada Selasa, 18 Januari 2022, DPH datang kembali menemui Prita dan mengatakan kerusakan televisi tak bisa diperbaiki. Ia menyarankan agar membeli televisi baru dan menawarkan harga Rp2 juta.
 
"Ada yang lebih mahal lagi tidak?," tanya Prita, sebagaimana ditirukan DPH, melansir Clicks.id, Kamis, 20 Januari 2022. Ucapan Prita membuat DPH gelap mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tersangka kemudian mengatakan ingin pinjam uang kepada korban. Korban tidak langsung mengiyakan, dan ia meminta pelaku membeli televisi lebih dulu," terang Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna.
 
Baca: Sempat Kabur ke Malaysia, Pelaku Pembunuhan di Jepara Ditangkap
 
Komang mengungkap, tersangka memiliki sejumlah utang. Pihaknya masih mendalami motif dari pelaku, pasalnya antara tersangka dan korban sudah mengenal lama. 
 
"Karena sudah sering memperbaiki barang elektronik, seperti parabola dan televisi," ungkapnya.
 
DPH mengancam Prita dengan pisau yang diambilnya dari salah satu sudut rumah. Maksud hati menakuti, ia mendorong perempuan berusia 48 tahun tersebut sehingga masuk ke dalam kamar mandi.
 
"Kebablasan, pisau kena lehernya. Dia berontak ya sudah. Saya menyesal," kata DPH.
 
Baca: Guru Les Piano di Jember Dirampok dan Dibunuh
 
Perbuatan DPH dipergoki ibu korban, Sri Budi Asmara Rini, 76. Perempuan itu langsung berteriak minta tolong. Tak ingin kegaduhan berlanjut, DPH membungkam mulut Sri dengan plester.
 
DPH kemudian membawa kabur uang Rp13 juta dan ponsel. Saat keluar rumah, ia bertemu dengan Benaya Sangkakala, 35, dan Juan Felix, 20, tetangga korban.
 
Mereka kemudian berkelahi. Benaya dan Juan sempat terluka. Namun DPH berhasil dilumpuhkan dan diserahkan ke polisi.
 
"Kami menjerat tersangka dengan pasal 339 KUHP subsider Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan yang didahului pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 20 tahun dan seumur hidup," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif