Ilustrasi penangkapan. (Medcom.id)
Ilustrasi penangkapan. (Medcom.id)

Sempat Kabur ke Malaysia, Pelaku Pembunuhan di Jepara Ditangkap

Nasional selingkuh Penganiayaan Kasus Pembunuhan jawa tengah
Media Indonesia.com • 20 Januari 2022 08:44
Jepara: Satreskrim Polres Jepara menangkap seorang pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal. Pengeroyokan itu berakibat satu orang tewas karena terkena bacokan clurit di bagian kepala. 
 
Pelaku berinisial MY, 46, telah diamankan di Polres Jepara setelah berupaya kabur lebih dari 3 hari. Kapolres Jepara AKBP Warsono mengatakan, pengeroyokan terjadi pada 30 Juli 2018 lalu di kawasan SPBU Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
 
"Tersangka melakukan pengeroyokan ini terjadi akibat rasa cemburu atau sakit hati karena diduga istrinya selingkuh dengan korban yakni AS, 30," kata Warsono Rabu, 20 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkap, pihaknya telah memeriksa delapan saksi. Selain itu, kata dia, sebanyak tiga pelaku telah didapat.  Sedangkan dua pelaku lainnya masih buron.
 
Baca: Anak Penggal Kepala Ibunya, Sang Ayah Masih Berikan Pengampunan
 
Kejadian ini bermula saat tersangka YF (buron) mengecek hp istrinya dan mengetahui ada perjanjian pertemuan dengan korban di SPBU Kriyan Kalinyamatan. Kemudian tersangka
berpamitan ke istrinya seolah-olah berangkat kerja ke Malaysia, namun tidak berangkat.
 
Tersangka menginformasikan hal tersebut kepada dua tersangka yakni kakak kandungnya, MY, dan adik kandungnya, MS,  dengan maksud untuk mengawasi penyelesaian permasalahan dengan korban.
 
"Tersangka membuntuti istrinya ke TKP, dan sudah ada tersangka MY dan MS yang menunggu di dalam mobil, ketika saksi bertemu dengan korban, tersangka YF juga langsung menemui korban dan terjadi perdebatan hingga akhirnya terjadi perkelahian," tuturnya.
 
Melihat hal tersebut, tersangka MY dan MS turun dari mobil kemudian mendekat ke TKP dan langsung ikut melakukan pengroyokan secara bersama-sama dengan tangan kosong. Saat itu tersangka YF diketahui mengambil clurit dari motornya kemudian membacok di bagian kepala korban.
 
Baca: Guru Les Piano di Jember Dirampok dan Dibunuh
 
"Kemudian korban dibawa warga ke RSUD Kartini, namun setelah 2 jam dirawat korban dinyatakan meninggal karena pendarahan. Setelah kejadian itu para pelaku melarikan diri ke Malaysia," ungkapnya.
 
Penangkapan pelaku setelah didapati informasi bahwa salah satu tersangka yakni MY telah kembali ke Indonesia pada akhir 2021. Tim Resmob mencari keberadaan pelaku dan didapat informasi bahwa tersangka MY sedang melaksanakan karantina di Jakarta.
 
Selanjutnya usai menjalani masa karantina, tersangka bergerak ke Kudus dan menginap di salah satu Homestay bersama keluarganya. Pada pagi hari, pelaku berhasil diamankan oleh Tim Resmob dan dibawa ke Polres Jepara.
 
Saat ini Polres Jepara masih mengejar kedua pelaku lainnya. Sementara itu, pelaku dikenai Pasal 170 dan/atau Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan korban meninggal dan atau pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Jamaah/JA).
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif