Bupati Pakpak Bharat nonaktif Remigo Yolando Berutu menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2019).  ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Bupati Pakpak Bharat nonaktif Remigo Yolando Berutu menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Bupati Pakpak Bharat Divonis Tujuh Tahun Bui

Nasional suap proyek di kemenpu-pera
Puji Santoso • 26 Juli 2019 15:49
Medan: Bupati nonaktif Pakpak Bharat, Sumatra Utara, Remigo Yolando Berutu, 49, dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan. Ia dinyatakan terbukti menerima suap Rp1,6 miliar.
 
Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz. Selain dijatuhi hukuman penjara, Remigo juga harus mengganti kerugian negara Rp1,23 miliar dan denda Rp650 juta. Hakim juga mencabut hak politik terpidana berupa hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.
 
"Terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Abdul Aziz, saat sidang, Kamis, 25 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Tiga Pejabat Kementerian PUPR Dituntut 5 Hingga 8 Tahun Penjara
 
Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang dalam sidang sebelumnya meminta majelis hakim menghukum Remigo delapan tahun penjara.
 
Majelis hakim mengungkapkan suap sebesar Rp1,6 miliar diterima Remigo dari sejumlah rekanan untuk memuluskan pembagian proyek pekerjaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pakpak Bharat. Atas putusan tersebut, jaksa dari Komisi Pembe-rantasan Korupsi (KPK) maupun tim penasihat hukum terpidana menyatakan akan pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak.
 
"Kami pikir-pikir, Yang Mulia," kata salah seorang anggota tim penasihat hukum Remigo.
 
Baca:Bupati Pakpak Bharat Segera Diadili
 
Seusai sidang, saat akan dimasukkan ke mobil tahanan untuk dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan Tanjunggusta, Remigo menangis. Dengan didampingi istrinya, ia juga meminta maaf kepada para pendukungnya.
 
"Kalian jangan bilang pengadilan ini tidak adil. Saya meminta maaf atas kesalahan saya ini. Ternyata banyak yang mencintai dan mendukung saya," ujarnya, terisak.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif