Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/ Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/ Rommy Pujianto.

Bupati Pakpak Bharat Segera Diadili

Nasional suap proyek di kemenpu-pera
Juven Martua Sitompul • 15 Maret 2019 01:36
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas dan tersangka Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu ke jaksa penuntut. Remigo segera diadili atas perkara dugaan suap proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.
 
"Penyidikan terhadap 3 tersangka tersebut telah selesai, sehingga penyidik menyerahkan tersangka dan berkas perkara pada Penuntut Umum untuk proses lebih lanjut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.
 
Berkas dua tersangka lain yakni Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat, David Anderson dan Hendriko Sembiring juga telah selesai. Sidang ketiga tersangka tersebut akan digelar Pengadilan Tipikor Medan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk merampungkan berkas ketiganya, penyidik telah memeriksa 50 saksi. Mereka yang dimintai keterangan terdiri dari sejumlah unsur.
 
Tak hanya melimpahkan berkas penyidikan, tim KPK juga telah membawa ketiga tersangka ke sejumlah Rutan di Medan. Remigo dititipkan di Rutan Polrestabes Medan. Sedangkan, David Anderson dan Hendriko di Rutan Tanjung Gusta Medan.
 
KPK menetapkan Remigo bersama Plt Kepala Dinas PUPR PakpakBharat, David Anderson Karosekali; dan satu pihak swasta Hendriko Sembiring sebagai tersangka suap. Remigo diduga menerima suap Rp550 juta terkait proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.
 
Remigo diduga menerima uang suap dalam tiga tahap, yakni Rp150 juta pada 16 November 2018, Rp250 juta dan Rp150 juta pada 17 November 2018. Uang itu diduga digunakan untuk kepentingan Remigo, termasuk mengamankan kasus sang istri Kusuma Dewi di Polda Sumut.
 
Kusuma Dewi sendiri diketahui tengah tersandung kasus dugaan korupsi dana kegiatan fasilitasi peran serta tim penggerak PKK Kabupaten Pakpak Bharat pada 2014 silam. Kasus itu awalnya ditangani oleh Polres Pakpak Bharat.
 
Namun, kasus itu kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara, pada awal 2018. Sejumlah pihak pun telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.
 
Sampai akhirnya, belakangan kasus dugaan korupsi itu dihentikan jajaran Ditreskrimsus pada pekan lalu. Alasan penghentian kasus itu lantaran Kusuma Dewi telah mengembalikan uang diduga hasil korupsi sebesar Rp143 juta.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi