Bangkai kapal yang terbakar di Dermaga Batre, Cilacap. ANTARA/HO-HNSI CIlacap
Bangkai kapal yang terbakar di Dermaga Batre, Cilacap. ANTARA/HO-HNSI CIlacap

636 ABK Menganggur usai Kebakaran Kapal Nelayan di Cilacap

Antara • 16 Mei 2022 18:23
Cilacap: Sebanyak 636 anak buah kapal (ABK) dan nakhoda menganggur akibat musibah kebakaran yang menimpa puluhan kapal nelayan pada Selasa, 3 Mei 2022.
 
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Sarjono mengungkapkan total kapal nelayan yang terbakar sebanyak 53 unit ditambah satu buah kapal 'tugboat' milik Pelindo.
 
"Kalau dari setiap kapal itu nelayan ada 12 ABK termasuk nakhoda, berarti ada 636 orang yang saat sekarang tidak bekerja," katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Senin., 16 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata dia, wilayah Samudra Hindia selatan Indonesia saat sekarang telah memasuki musim angin timuran, sehingga berbagai jenis ikan mulai bermunculan.
 
"Tapi yang namanya musibah, mau bagaimana lagi," katanya.
 
Dia mengaku bersyukur karena saat berkunjung ke Cilacap pada 11 Mei 2022, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memberikan informasi jika pinjaman lunak dapat dimanfaatkan pemilik kapal yang terkena musibah untuk membangun kembali kapalnya.
 
Baca juga: Kerugian Kebakaran Kapal di Cilacap Mencapai Rp130 Miliar 
 
Menurut dia, pinjaman lunak tersebut dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).
 
"Pinjaman lunak dari KKP itu supaya bisa membantu, yang pertama adalah pemulihan ekonomi dari nelayan, biar jangan lumpuh total seperti ini," ungkapnya.
 
Sarjono mengakui jika satu orang tidak menutup kemungkinan memiliki lebih dari satu unit kapal dan seluruhnya turut terbakar dalam musibah tersebut.
 
Dalam hal ini, Ketua HNSI Cilacap tersebut mencontohkan jumlah kapal yang dia kelola sebanyak empat unit, dua di antaranya milik pribadi, sedangkan dua unit lainnya merupakan kapal kerja sama dengan nelayan Pangandaran, Jawa Barat.
 
"Pinjaman lunak tersebut dapat digunakan untuk pembangunan kapal dan biasanya untuk membangun satu kapal butuh waktu enam bulan," terang dia.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif