Jayapura: Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Papua menyebut wilayah perbatasan Indonesia di Papua dan Papua Nugini (PNG), masih menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba jenis ganja.
Kepala BPKLN Papua Suzana Dewijana Wanggai mengatakan, wilayah perbatasan di Papua, sangat luas, mencapai 800 kilometer dan membentang dari selatan ke utara. Lemahnya pengawasan membuat jalur itu kerap digunakan untuk melakukan aksi kejahatan.
“Sepanjang perbatasan terdapat laut, sungai, gunung, dan lainnya, sehingga masalah ganja ini selalu menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah Papua dan PNG,” kata Suzana, Minggu, 1 Maret 2020.
Pemerintah, menurut Suzana, bukan tanpa tindakan. Pihaknya kerap duduk bersama Pemerintah PNG untuk mencari solusi menutup celah tersebut. Namun butuh lebih banyak partisipasi dari semua pihak guna menghentikan peredaran narkoba.
Baca juga: Pemasok Narkoba Vitalea Sesha Jadi Tersangka
“Paling utama, koordinasi setiap saat dari semua pihak. Baik masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh adat. Apalagi perbatasan di Papua letak geografisnya juga sulit. Disisi lain, sosialisasi akan bahaya narkotika juga harus terus dilakukan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Papua, Jackson Lapalonga, menambahkan, wilayah perbatasan Indonesia-PNG kerap digunakan oknum untuk membuka ladang ganja. Seperti di Kabupaten Keerom, Pegunungan Bintang, Boven Digul, dan Kota Jayapura.
“Sekitar 80 persen ganja itu berasal dari PNG. Dtemukan juga ladang ganja yang ditanam di daerah abu-abu atau perbatasan RI-PNG, dan lokasinya cukup sulit dijangkau," kata Jackson.
Jackson menuturkan, kebanyakan bibit ganja yang ditanam di Papua berasal dari PNG. Karenanya, lanjut dia, butuh sinergi semua pihak agar wilayah perbatasan tidak lagi dijadikan sebagai ladang subur peredaran narkoba.
“Kami minta masyarakat ikut aktif memerangi ini. Jika mengetahui adanya ladang atau peredaran ganja di sekitar wilayahnya, segera melapor ke aparat keamanan. Mudah-mudahan bantuan berbagai pihak dapat mempersempit ruang gerak pemasok ganja," jelasnya.
Baca juga: Lucinta Luna Memohon Direhabilitasi
Jayapura: Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Papua menyebut wilayah perbatasan Indonesia di Papua dan Papua Nugini (PNG), masih menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba jenis ganja.
Kepala BPKLN Papua Suzana Dewijana Wanggai mengatakan, wilayah perbatasan di Papua, sangat luas, mencapai 800 kilometer dan membentang dari selatan ke utara. Lemahnya pengawasan membuat jalur itu kerap digunakan untuk melakukan aksi kejahatan.
“Sepanjang perbatasan terdapat laut, sungai, gunung, dan lainnya, sehingga masalah ganja ini selalu menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar bagi pemerintah Papua dan PNG,” kata Suzana, Minggu, 1 Maret 2020.
Pemerintah, menurut Suzana, bukan tanpa tindakan. Pihaknya kerap duduk bersama Pemerintah PNG untuk mencari solusi menutup celah tersebut. Namun butuh lebih banyak partisipasi dari semua pihak guna menghentikan peredaran narkoba.
Baca juga:
Pemasok Narkoba Vitalea Sesha Jadi Tersangka
“Paling utama, koordinasi setiap saat dari semua pihak. Baik masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh adat. Apalagi perbatasan di Papua letak geografisnya juga sulit. Disisi lain, sosialisasi akan bahaya narkotika juga harus terus dilakukan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Papua, Jackson Lapalonga, menambahkan, wilayah perbatasan Indonesia-PNG kerap digunakan oknum untuk membuka ladang ganja. Seperti di Kabupaten Keerom, Pegunungan Bintang, Boven Digul, dan Kota Jayapura.
“Sekitar 80 persen ganja itu berasal dari PNG. Dtemukan juga ladang ganja yang ditanam di daerah abu-abu atau perbatasan RI-PNG, dan lokasinya cukup sulit dijangkau," kata Jackson.
Jackson menuturkan, kebanyakan bibit ganja yang ditanam di Papua berasal dari PNG. Karenanya, lanjut dia, butuh sinergi semua pihak agar wilayah perbatasan tidak lagi dijadikan sebagai ladang subur peredaran narkoba.
“Kami minta masyarakat ikut aktif memerangi ini. Jika mengetahui adanya ladang atau peredaran ganja di sekitar wilayahnya, segera melapor ke aparat keamanan. Mudah-mudahan bantuan berbagai pihak dapat mempersempit ruang gerak pemasok ganja," jelasnya.
Baca juga:
Lucinta Luna Memohon Direhabilitasi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)